Batal ke China, Prabowo Pilih Pantau Situasi di Tanah Air
- Dok. Istimewa
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto batal melakukan lawatan ke China pada awal September 2025. Adapun Prabowo dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, dan menyaksikan langsung parade militer angkatan bersenjata China di Beijing pada 3 September mendatang.
Keputusan ini diambil dengan sejumlah pertimbangan matang terkait dinamika yang terjadi di Tanah Air.
Presiden prabowo subianto
- Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
"Oleh karena itu Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan videonya, dikutip Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo lebih memilih memantau langsung dinamika yang sedang terjadi di Tanah Air.
"Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung. Beliau juga ingin terus memonitor secara langsung," ujar Prasetyo.
Juru Bicara Prabowo ini juga menyebut Kepala Negara ingin memimpin dan mencari solusi terbaik untuk bangsa Indonesia.
"Kemudian juga beliau ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik," ungkapnya lagi.
Presiden Prabowo Subianto
- Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Selain itu, menurut Prasetyo, Prabowo sebagai Presiden RI mendapat sejumlah undangan dari berbagai pihak. Salah satunya, Prabowo diundang hadiri sidang tahunan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September.
"Pada bulan September ada beberapa undangan dari beberapa pihak yang mengundang Presiden Prabowo Subianto, yang salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri sidang tahunan PBB di New York," ucapnya.
"Yang ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari Pemerintah Tiongkok," imbuhnya.