Presiden Pemuda Masjid Dunia Ingatkan Masyarakat Tak Anarkis dan Brutal Saat Demonstrasi

Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus (tengah)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus mengingat kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk tidak bersikap anarkis saat menyampaikan aspirasi maupun tuntutan dalam aksi demonstrasi.

Prabowo: Merusak Fasilitas Umum Sama dengan Hamburkan Uang Rakyat

Menurut dia, sikap anarkis dapat merugikan banyak pihak. Bahkan, bisa menimbulkan korban jiwa.

Hal itu disampaikan Said Aldi Al Idrus merespon aksi-aksi unjuk rasa yang selama sepekan ini terjadi di beberapa daerah di Tanah Air yang berakhir pada keos dan bentrok. 

Prabowo: Ada Gejala Tindakan Mengarah ke Makar dan Terorisme

"Setiap warga negara telah diberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi. Diharapkan santunlah dalam setiap melakukan aksi," kata Said Aldi dalam keterangannya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Dia juga mengimbau warga untuk tidak merusak fasilitas umum maupun melakukan penjarahan terhadap aset negara. 

Salah Sasaran! Rumah Nafa Urbach yang Dijarah Massa Ternyata Punya Mantan Suami, Itupun Cuma Kontrakan

"Itu tidak baik dan membuat suasana keamanan nasional tak kondusif," tutur dia.

Tak hanya itu, Said Aldi juga meminta aparat penegak hukum tetap humanis dalam melakukan pengamanan aksi-aksi unjukrasa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat. Dan segera mengambil sikap tegas ketika massa aksi mulai melakukan aksi anarkis. 

"Tetap humanis dan berikan imbauan kepada massa aksi apabila mereka mulai membuat kericuhan, serta perhatikan adanya penyusup yang mencoba merusak aksi damai massa. Namun, apabila massa mencoba menciptakan suasana semakin anarkis, bubarkan massa dengan cara yang tidak menimbulkan korban jiwa, dan tidak menyakiti," bebernya. 

Said Aldi yang juga Ketua Umum PP AMPG dalan kesempatan itu juga meminta agar pemuda remaja masjid tetap berada dalam koridor damai selama adanya aksi unjuk rasa. 

"Brigade masjid dapat memantau situasi unjuk rasa di provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Jangan biarkan aset negara yang kita bangun selama 80 tahun di negeri ini dihancurkan manusia yang tak bertanggungjawab," pungkas dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya