Program Kemenparekraf Bikin Gempar Aceh, Apa Itu?

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA - Upaya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperluas akses tontonan dan memperkuat kapasitas sineas daerah kembali diwujudkan lewat program Bioskop Alternatif dan Workshop Film Aceh.

img_title Perkaya Industri Perfilman Nasional, Pemerintah Gelar Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026

Program ini tidak sekadar menyediakan ruang nonton di luar bioskop komersial, tetapi juga menghadirkan pembekalan intensif bagi pelaku film lokal untuk memperkuat kualitas karya dan kemampuan bersaing di industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bioskop Alternatif bertajuk Sinema Rakyat Aceh digelar di Taman Budaya Banda Aceh dengan konsep ruang teater lengkap dengan pemisahan tempat duduk berdasarkan jenis kelamin.

img_title Rambah Pasar Internasional, Pelaku Usaha Lokal Kerap Terkendala Layanan Pengiriman Harga Terjangkau

Program ini menayangkan berbagai film nasional, mulai dari Keluarga Cemara 2 hingga Nussa the Movie, serta karya komunitas lokal, dengan kapasitas hingga 400 penonton per sesi.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyebut program ini sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem film di daerah.

img_title 60 Mobil Klasik Dibuat Khusus untuk Film Maserati, Ada Model Balap Era 1920-an

“Kami ingin memastikan sineas Aceh memiliki akses setara terhadap ruang apresiasi dan pasar. Melalui bioskop alternatif dan workshop ini, talenta lokal didorong memahami rantai nilai industri, dari produksi hingga distribusi,” kata Teuku Riefky dalam keterangannya dikutip Kamis, 27 November 2025.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut mengapresiasi program ini sebagai ruang berkumpul dan merayakan kreativitas. Ia menyebut persoalan bioskop di Aceh terus dibahas dengan mempertimbangkan nilai dan karakter masyarakat.

“Bukan soal hitam putih, bukan menolak atau menerima, tapi memastikan ruang hiburan yang hadir tetap aman, nyaman, dan membawa dampak positif,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain pemutaran film, Menteri Ekraf juga meninjau pameran Kolaborasi Kreatif Aceh (KOLATIF ACEH), yang memamerkan karya dari berbagai workshop Kemenparekraf. Mulai dari Akselerasi Fesyen Muslim hingga KREASI (Kreatif Santri Indonesia) dan KRIYASI Aceh, karya-karya ini menunjukkan keragaman kreativitas lokal, dari busana hingga fotografi dan kerajinan.

Program berlanjut dengan Workshop Film bertajuk “Optimalisasi Akses Pasar – Narasi Lokal Menembus Bioskop dan Platform Global” di Hermes Palace Hotel Banda Aceh. Sebanyak 100 peserta dari komunitas film, dinas terkait, dan masyarakat umum mengikuti sesi yang membahas produksi, video promosi, penyuntingan, hingga strategi distribusi digital. Narasumber yang hadir antara lain Bayu Skak, Bhre Aditya, dan Gina Golda Pangaila.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut