Kasus Pembunuhan Munir

Muchdi Divonis Bebas

VIVAnews - Kurang dari sehari jelang pergantian tahun 2009, Muchdi Purwoprandjono, mendapat kado manis. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin Suharto menjatuhkan vonis bebas kepada mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.

Putusan tersebut sangat jauh dari  tuntutan jaksa yang menghendaki Muchdi divonis 15 tahun penjara dalam kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir. "Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Munir sesuai dakwaan jaksa," kata Ketua Majelis Hakim, Suharto dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 31 Desember 2008.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Cek Breaking NULL

Pengucapan putusan tak terdengar jelas karena tertelan suara teriakan pengunjung, baik yang protes maupun yang mendukung Muchdi. Tak jelas bagaimana ekspresi Muchdi, yang oleh hakim diminta berdiri dengan sikap sempurna untuk mendengarkan putusan.

Majelis hakim berpendapat karena dakwaan jaksa tak terbukti maka Muchdi harus dibebaskan dari tahanan.

Majelis hakim berpendapat dakwaan jaksa bahwa Muchdi menyalahgunakan kewenangan sebagai pejabat BIN merancang pembunuhan pada Munir, tak terbukti. "Jaksa tidak dapat membuktikan dakwaannya bahwa terdakwa telah memerintahkan Polly membunuh Munir," kata salah satu anggota majelis hakim.

Muchdi dianggap tak terbukti  terlibat dalam pembunuhan Munir pada 7 September 2004. Munir meninggal dunia di atas pesawat dalam perjalanan menuju Amsterdam dari Jakarta. Kemudian hari diketahui Munir meninggal karena diracun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemimpin Redaksi tvOnenews.com, Ecep S Yasa menyelesaikan Cape Town Marathon

Persisten Lama

Albert Camus, sastrawan Perancis kelahiran Aljazair pernah mengatakan, olah raga tempat terbaik untuk belajar moralitas. Saya diam diam mengamininya. Ia memberi afirmasi

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut