Gunung Marapi Mendadak Erupsi, Kolom Abu Membumbung 2.000 Meter dari Puncak

Gunung Marapi Sumbar erupsi.
Sumber :
  • Antara FOTO

Jakarta, VIVA - Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat mengalami erupsi dengan meluncurkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.  

img_title Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Eks Rektor UNUGO Batal Disetop! Pengadilan Perintahkan Polisi Lakukan Ini

Hal itu dilaporkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Aktivitas vulkanik gunung api dengan ketinggian sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut tersebut terekam terjadi pada pukul 08.42 WIB pagi tadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini satu menit 25 detik," ucap Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, Sabtu, 30 Mei 2026.

img_title Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Mobilitas Warga Beralih ke Jalur Darat

Dia mengungkap, akumulasi energi magma dalam perut gunung tersebut memicu kepulan abu tebal secara mendadak, di mana proses erupsi dilaporkan masih terus berlangsung saat laporan berkala kebencanaan sedang disusun.

Saat ini tingkat aktivitas Gunung Marapi masih ditetapkan berada pada Status Level II (Waspada), yang diikuti dengan sejumlah rekomendasi pembatasan aktivitas manusia di sekitar kawasan rawan bencana tersebut.

img_title Erupsi Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, 341 Ribu Penumpang Terdampak

Masyarakat lokal, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat erupsi yang berada di Kawah Verbeek demi menghindari ancaman awan panas maupun material pijar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain zona larangan edar, Badan Geologi mengimbau warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi untuk selalu mewaspadai potensi ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin.

Guna mengantisipasi dampak sebaran hujan abu vulkanik, publik diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta diimbau mengamankan sarana air bersih dari kontaminasi zat berbahaya. (Ant)

Ilustrasi bandara

Akhirnya! Bandara Soetta Sudah Dibuka untuk Penerbangan Usai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali membuka layanan penerbangan pada Selasa 8 September 2026 dini hari. Keputusan tersebut diambil setelah berproses.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut