Sultan HB X Mendadak Minta Warga Tak Mendaki Gunung Merapi, Ada Apa?

Sri Sultan Hamengku Buwono X melayat Paku Buwono (PB) XIII di Keraton Surakarta
Sumber :
  • tvOne/Mahfira Putri

Jakarta, VIVA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta wisatawan menunda pendakian ke puncak Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.

img_title DPR Soroti Tata Ruang Ambigu: Wilayah Rawan Bencana Jangan Dijadikan Permukiman

"Harapan saya bagi turis ya, bagi pendatang dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik ke atas (puncak Merapi)," kata Sri Sultan HB di Yogyakarta, Kamis 2 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Imbauan itu disampaikan mengingat Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, DIY, dengan wilayah Jawa Tengah masih berstatus Siaga dan beberapa hari lalu kembali mengalami erupsi.

img_title Selain Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Semeru dan Merapi Perlu Diwaspadai

Menurut Sultan, warga yang bermukim di lereng Merapi telah memahami karakter gunung tersebut sehingga mampu mengantisipasi potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

"Kalau masyarakat sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang yang belum (paham) dan sekadar mau bervakansi, berlibur kan belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi. Hati hati, sementara jangan naik dulu," katanya.

img_title ITDC Optimis MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Gerakkan Ekonomi Nasional

Ia menegaskan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Merapi paling akurat berasal dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sehingga masyarakat diminta mengikuti setiap rekomendasi yang dikeluarkan lembaga tersebut.

"Nah, saya tidak tahu persis ya, yang lebih tahu itu BPPTKG. Dan memang sebetulnya kalau masyarakat sekitar Merapi itu paham (situasi Merapi), ya kan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sultan menambahkan masyarakat lereng Merapi juga memahami kapan masih aman beraktivitas serta mengetahui batas jangkauan guguran lava maupun awan panas saat erupsi terjadi.

"Dia pun juga tidak mau turun karena (guguran dan awan panas) hanya mengalir aja, paling-paling dari atas dua kilometer, 2,5 kilometer, berarti tidak sampai pemukiman. Mereka (masyarakat) sudah tahu sebetulnya," katanya. (ant)

Menparekraf Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Bicara Masa Depan Bali, Pariwisata Tak Cukup Hanya Andalkan Banyak Turis

Namun, di tengah tingginya aktivitas pariwisata, tantangan yang dihadapi Pulau Dewata Bali kini bukan semata bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut