Prabowo Ungkap Alasan Gagas Program MBG dalam Forum EEF Rusia
- Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Rusia, VIVA – Presiden Prabowo Subianto turut mengungkapkan alasannya menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.Â
Kepala Negara menjelaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu jutaan rakyat keluar dari kemiskinan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam EEF ke-11 di Vladivostok, Kamis, 3 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Prabowo terlebih dahulu mengulas tema forum, yakni The Far East: Development for the Benefit of People.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di suatu negara tak boleh dinikmati segelintir orang, harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Itulah arti 'Development for the Benefit of People' bagi Indonesia, kebaikan terbesar bagi orang terbanyak. Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang," kata Prabowo.
Namun, ia menilai pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga biasa. Ia berharap agar pembangunan di suatu negara bisa mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat, termasuk pemenuhan makanan bergizi bagi anak-anak.
"Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa. Apakah anak-anak menerima makanan bergizi, apakah petani bisa mendapatkan pupuk dan menjual hasil buminya dengan harga yang pantas, apakah keluarga bisa tinggal di rumah yang layak," ujar Prabowo.
Prabowo menilai tema yang diusung EEF tersebut sejalan dengan sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah program MBG yang ditujukan bagi anak-anak serta ibu hamil.
"Inilah sebabnya mengapa Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi semua anak-anak kita dan bagi ibu hamil," kata dia.
Selain pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, Prabowo mengatakan pemerintah juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang cepat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar mengejar angka, tetapi harus mampu meningkatkan taraf hidup rakyat.
"Inilah sebabnya mengapa kita mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Bukan pertumbuhan sekadar demi pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju martabat yang layak," kata dia.