Program Ini Perluas Akses Literasi Digital Generasi Muda di Tangsel

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin
Sumber :
  • dok. istimewa

Tangerang Selatan, VIVA – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara resmi meluncurkan program GPS Digital Academy & Innovation Center pada Sabtu, 29 Agustus 2026. 

img_title Mendagri Tegaskan Reforma Agraria untuk Kepentingan Rakyat

Peluncuran yang dipusatkan di Masjid Raya Alkautsar, Vila Dago Pamulang, Kelurahan Benda Baru, ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi, dan komunitas keagamaan dalam mempercepat transformasi digital berbasis pemberdayaan warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara peresmian dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Tangsel Digital Academy antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), serta Institut Teknologi dan Sains (ITTS).

img_title Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin menyatakan bahwa program GPS Digital Academy merupakan inisiatif strategis Diskominfo untuk memperluas akses literasi digital bagi generasi muda. 

Menurutnya, program ini merepresentasikan konsep sinergi tiga unsur penting pembangunan daerah, yakni unsur pemerintah (umara), tokoh agama (ulama), dan masyarakat (ummat).

img_title Geber Program Lisdes, Pemerintah Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Teraliri Listrik di Tahun 2029

"Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo menggagas program ini untuk menjawab kebutuhan talenta digital yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan," ujar Asep dalam keterangan pers, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Ia menambahkan, kehadiran pusat inovasi ini diharapkan menjadi wadah inklusif bagi generasi muda untuk menguasai teknologi modern. GPS Digital Academy & Innovation Center dirancang sebagai inkubator keterampilan praktis di era disrupsi informasi. 

Pelatihan angkatan pertama program ini bahkan telah berjalan sejak 15 Agustus 2026, dengan melibatkan 62 peserta dari berbagai latar belakang.

“Peserta dibagi ke dalam dua fokus kelas keahlian, yakni kelas digital content dan kelas fundamental web programming yang dipadukan secara langsung dengan pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujar Asep.

Kurikulum semacam ini, kata Asep, disiapkan agar peserta mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri digital yang bergerak cepat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inisiatif dari Diskominfo ini turut menggandeng berbagai figur kunci masyarakat, di antaranya Ketua Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangsel Ustaz Moh. Sartono, Ketua Yayasan Al-Kautsar Ustaz Juni Sukasmono, serta Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Kautsar Ustaz B. Widhadi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, serta para orang tua dan peserta pelatihan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut