Ini Kisah Pelepasan Orangutan Pasca Hutan Terbakar

Orang utan
Sumber :

VIVA.co.id – International Animal Rescue Indonesia/Yayasan IAR Indonesia (YIARI) bersama dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang kembali melakukan pelepasan satu individu orangutan (Pongo Pygmaeus) di Hutan Lindung Gunung Tarak, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat 27 Mei 2016.

img_title Jepang Minat Investasi Rp600 miliar Bangun Pabrik Damkar

Setelah beberapa kali berhasil melepaskan orangutan hasil rehabilitasi di Gunung Tarak, YIARI kali ini melakukan pelepasan orangutan liar. Orangutan liar jantan dewasa yang diberi nama Jambu ini diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter hewan YIARI, Christine Nelson, mengatakan, orangutan ini diselamatkan dari kebakaran hutan di sekitar Sungai Jambu di Kecamatan Melano, Kabupaten Kayong Utara Desember 2015. Ketika diselamatkan kondisinya terlihat kurus dan kekurangan nutrisi. Orangutan ini sudah berminggu-minggu berada di kebun rambutan milik warga karena habitatnya habis terbakar.

img_title Langkah Singapura Melarang Produk-produk RI Menuai Protes

Ketika menjalani perawatan dan pemeriksaan, Jambu ternyata mengalami cedera pada kedua kakinya sehingga tidak bisa digunakan dengan baik.  “Kemungkinan karena kena peluru,” ujar Christine Nelson, dokter hewan YIARI, Sabtu, 28 Mei 2016, dalam keterangan siaran pers rilisnya yang diterima di Kota Pontianak. 

“Kami menemukan ada belasan peluru senapan angin yang bersarang ditubuh Jambu. Kami mengetahuinya ketika melakukan pemeriksaan dengan sinar X secara menyeluruh ke tubuh Jambu,” kata Christine Nelson. Informasi dari tim Human Orangutan Conflict Response Unit dari YIARI, masyarakat di lokasi Jambu sering menembak orangutan untuk mengusirnya.

img_title Pengusaha Sawit Pertanyakan Moratorium Perkebunan Baru

Karena kondisinya inilah, tim medis memutuskan untuk memasang alat untuk radio tracking monitoring (transponder) di tubuh Jambu supaya tim monitoring bisa memantau perkembangan Jambu setelah dilepaskannya di Gunung Tarak.  

“Kami yakin dia akan mampu bertahan hidup karena sebelumnya dia sudah mampu bertahan hidup dengan kondisi seperti ini,” ujar Manager Perawatan Satwa YIARI drh Ayu Budi Handayani,  yang memimpin kegiatan pelepasan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 “Tetapi dengan penggunaan alat tersebut, kita bisa lebih memastikan lagi kondisi orangutan ini,” ujar Ayu Budi Handayani.

Kegiatan pelepasan dimulai dengan pembiusan pada pukul 4 pagi. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mobil menuju Hutan Lindung Gunung Tarak. Pukul 11 siang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju titik pelepasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut