Ketua ICMI: Google Lebih Banyak Manfaat dari Mudaratnya

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie kembali meluruskan isu permintaan ICMI untuk memblokir Google dan YouTube oleh Sekretaris Jenderalnya, Jafar Hafsah. Sebelumnya memang Jimly telah menyampaikan melalui akun Twitternya.

img_title Pemuda ICMI Gugat Aturan Proyek Pengembangan PIK 2 Jadi PSN ke MA

"Itu hanya statement Sekjen dan sekretariat. Tidak mungkin melarang  Google, Google itu jauh lebih banyak manfaat dari mudaratnya. Semua media itu punya positif dan negatif. Yang mengandung porno bukan cuma Google dan Youtube, tapi semua ada," ujar Jimly saat peluncuran Wakaf Online oleh ICMI di kawasan Simatupang, Jakarta, Jumat 10 Juni 2016

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Jimly, jika memang Google dan YouTube ditutup karena alasan konten porno. Maka seyogyanya yang ditutup adalah keseluruhan media sosial. "Jadi yang penting bagaimana kontrol terhadap konten," kata dia.

img_title Pesan ICMI untuk KPU Pasca Putusan MK Soal Pilkada 2024

Jimly mengakui, bahwa memang mayoritas anggota ICMI tidak setuju dengan Google dan Youtube. Jimly sendiri mengaku membebaskan pendapat dari pengurus ICMI sesuai bidangnya.

Tapi, Ia menegaskan bahwa ucapan Sekjen ICMI meminta blokir Google dan Youtube bukanlah suara organisasi.

img_title ICMI Dorong Evaluasi Total Sistem Politik Indonesia: Makin Tidak Inklusif

Jimly berpendapat yang terpenting adalah bagaimana membimbing generasi muda dan masyarakat sebagai pengguna untuk punya pilihan moral agar tidak menjadi konsumen konten porno.

Tidak hanya Islam, kata dia, semua agama punya tugas yang sama untuk membimbing masyarakat luas dan bekerja sama dengan semua agama.

"Jadi lebih ke mekanisme blocking konten. Apalagi situs tidak bisa," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, ICMI melalui Sekjennya Jafar Hafsah meminta pemerintah untuk memblokir YouTube dan Google karena dinilai memiliki konten pornogorafi di dalamnya secara bebas.

Bahkan, kata Jafar, unsur kekerasan pun dapat ditemukan di kedua situs tersebut. "Google dan Youtube telah memberikan dampak negatif bagi Indonesia jika mereka tak dapat mengontrol situs-situs yang mereka unggah," ungkap Jafar.

Ilustrasi panen tembakau petani Indonesia

Cides ICMI Tawarkan Gagasan Atasi Dilema Pengelolaan Tembakau di Forum Internasional

Indonesia menghadapi dilema unik antara menjaga kesehatan masyarakat dan melindungi mata pencaharian jutaan warganya.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut