Ini Penyebab Banjir Bandang Garut

Pasukan TNI membantu proses pemulihan dampak banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat, Rabu (21/9/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dokumen BNPB

VIVA.co.id – Bencana di Kabupaten Garut disebut sebagai kejadian terburuk sepanjang sejarah di Provinsi Jawa Barat. 20 orang dilaporkan tewas dan belasan lain hilang. Sementara sejumlah infrastruktur rusak dan membuat gelombang pengungsian warga yang ketakutan.

img_title Enam Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan

Menurut Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat, bencana ini sebagai buntut dari aktivitas pembangunan yang melanggar ketentuan rencana detail tata ruang (RDTR). Sejumlah kawasan lindung di Garut ternyata sudah berubah peruntukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika di kawasan tersebut tata ruangnya adalah hutan lindung, maka harus kita hormati. Di kawasan tertentu di Garut itu misalnya di Cipanas, ada Gunung Guntur, sekarang beberapa pengusaha dieksploitasi pasirnya. Kita sudah setop tapi masih keukeuh," kata Kepala BPLHD Jawa Barat, Anang Sudarna, Rabu, 21 September 2016.

img_title 4 Hektar Lebih Hutan Penyangga Danau Toba Gundul Dibalak Liar, Perusakan Alam secara Terang-terangan

Tak cuma itu, bentuk eksploitasi lingkungan juga terjadi di kawasan kawah Darajat. Di mana kini kawasan itu telah menjadi lokasi pariwisata, pembangunan penginapan, restoran hingga pemandian air panas.

Padahal, menurutnya, kawasan itu sebagai lahan konservasi yang tidak diperkenankan ada pembangunan. Namun dipaksakan oleh pengusaha yang hanya melihat potensi bisnis. "Ada daerah yang tidak boleh dibangun, tidak boleh dirusak harus tutup vegetasi tapi dipaksakan," katanya.

img_title Kebakaran Hutan Lindung di Danau Toba Samosir, Luas Area Terbakar Capai 100 Hektar

Atas itu, ia mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi kemudahan pemberian izin bagi pengusaha di kawasan lindung tertentu. Sebab dampaknya baru terasa di kemudian hari dan tanpa terduga.

Ilustrasi sejumlah anak SD berangkat sekolah

Soroti Penghentian Aktivitas Sekolah di Kawasan Konservasi, DPR: Anak-anak jadi Korban Kebijakan Tambal Sulam

Pemerintah diminta segera menyiapkan alternatif untuk menampung anak-anak dari daerah sekitar yang akan melanjutkan pendidikan.

img_title
VIVA.co.id
10 Juli 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut