Perlawanan Panjang Petani Kendeng

Petani Rembang demo semen kaki di depan Istana Negara.
Sumber :
  • Foe Peace

Teten meminta agar aksi yang dilakukan 55 orang itu dihentikan sementara sampai pemerintah mengeluarkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dilakukan untuk memutuskan apakah operasolional pabrik semen Indonesia itu benar-benar mengganggu ekosistem lingkungan atau tidak

img_title Saat Aksi Semen Kaki Diragukan dari Hati

"Kami, perwakilan warga menolak tawaran KSP yang hendak menggantungkan penyelesaian konflik itu dengan penerbitan laporan KLHS. Sehingga kami memutuskan untuk tetap melakukan aksi pasung kaki di sini," kata Pengacara Publik YLBHI Muhammad Isnur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penolakan itu diamini oleh Siti Rahmah. Menurut Siti, tujuan perlawanan petani Kendeng bukan semata-mata mengandalkan studi lingkungan KLHS semata. Sebab, dalam proses studi KLHS yang dilakukan pemerintah, pemerintah terkesan sangat tertutup dan sama sekali tidak melibatkan warga atau masyarakat Kendeng yang selama ini menolak keberadaan pabrik semen tersebut.

img_title Tolak Pabrik Semen, Nisan Ibu Patmi Berdiri di Depan Istana

"Karena yang dituntut masyarakat ini tidak sekedar yang diinginkan KLHS (berhenti sementara) tapi kita meminta dibatalkannya ijin lingkungan yang dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo yang itu jelas-jelas melanggar hukum, melanggar PP ijin lingkungan dan juga yang menggunakan dasar hukum yang sudah dicabut sebelumnya itu," ujar Siti.

Tidak hanya itu, lanjut Siti, pihaknya tidak percaya dengan pola penyelesaian konflik yang ditawarkan oleh pemerintah, sebab hasil KLHS tidak menjamin operasional pabrik semen Indonesia yang diyakini cacat hukum itu akan berhenti secara permanen.

img_title Kasus Semen Rembang Ganggu Iklim Investasi Nasional

"Kalau yang kami tempuh sekarang ini adalah meminta agar Presiden Jokowi membatalkan izin operasional pabrik semen, bukan menghentikan sementara," tegasnya.

Selanjutnya... Duka petani Kendeng

Petani Kendeng Berduka

Petani Kendeng dan segenap pecinta lingkungan hidup yang menolak operasional pabrik PT Semen Indonesia di Rembang hari ini harus menundukkan kepalanya atas wafatnya salah satu petani Kendeng yang ikut terlibat aktif melakukan aksi pasung kaki di depan Istana Negara kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patmi (48 tahun) yang baru saja membuka coran kakinya sekitar pukul 20.00 WIB malam diketahui meninggal dunia pada pukul 02.55 WIB dini hari tadi dalam perjalanan dari YLBHI menuju rumah sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat.

Menurut Isnur, sebelumnya almarhum Patmi tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya selama menjalani aksi pasung kaki sejak 16 Maret 2017 lalu. Bahkan, lanjutnya, tim medis sebelumnya menyatakan bahwa Patmi dalam keadaan sehat wal Afiat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut