Gay 60 Kali Lipat Lebih Mudah Tertular HIV/AIDS

Ilustrasi LGBT.
Sumber :
  • REUTERS/Jonathan Drake

VIVA – Spesialis kulit dan kelamin dokter Dewi Inong Irana mengemukakan, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau yang dikenal sebagai gay, 60 kali lipat lebih gampang tertular HIV/AIDS dan penularan yang paling mudah melalui dubur.

5 Fakta Pengungkapan Jaringan Gay Online di Media Sosial, Jumlah Anggota Tembus 11 Ribu

"Ini data asli dari Departemen Kesehatan, satu dari empat LSL di Indonesai saat ini sudah terinfeksi HIV/AIDS," ujarnya dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa malam 19 Desember 2017. 

Jika melihat angkanya di Indonesia dari kelompok LSL, menurut dia, 25 persen sudah terkena HIV/AIDS.

Terpopuler: Kronologi Perseteruan Vidi Aldiano dengan Keenan Nasution, Ernest Prakasa Hapus Akun Twitter

Dia lantas menceritakan, seorang mahasiswanya yang baru berumur 22 tahun datang ke dia. Mahasiswa itu mengidap sipilis stadium dua. Ketika ditanya soal pacar, mahasiswa tersebut mengemukakan memiliki empat pacar yaitu satu wanita dan tiga pria. "Kalau yang perempupan tidak saya apa-apaka karena berbahaya. Saya mencari yang aman saja," ujar Inong mengutip perkataan mahasiswa itu.

Inong mengemukakan, "Jadi sekarang pengetahuan anam muda rata-rata bahwa yang aman itu LGBT. Padahal kenyataannya penularan termudah HIV/AIDS."

Ini Alasan Hetty Wijaya Tetap Mau Menikah dengan Jason Irwan Meski LGBT

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan perluasan makna Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kejahatan terhadap kesusilaan, Kamis 14 Desember 2017. Para pemohon menginginkan agar aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) masuk dalam ranah pidana. (ren)

Richard Lee

Richard Lee Tanya ke Para Gay: Saya Gak Ngerti, Enaknya di Mana Sih?

Jason datang bersama istri dan menceritakan perjalanan hidupnya yang pernah menjadi pelaku LGBT. Hingga akhirnya, Richard Lee mengajukan pertanyaan yang buatnya penasaran

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2025