Langkah Jangka Pendek Perry Warjiyo Pulihkan Rupiah

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, yang baru dilantik, Perry Warjiyo, menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terus terjadi dan sempat menyentuh angka Rp14.200, akan menjadi prioritas jangka pendeknya untuk melakukan stabilisasi.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Dia menyatakan siap untuk memperkuat langkah-langkah moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus mengalami gejolak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Prioritas saya di BI dalam jangka pendek adalah memperkuat langkah-langkah segera stabilkan nilai tukar. Itu prioritas kami dalam jangka pendek," ucapnya di Gedung MA, Jakarta, 24 Mei 2018.

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh, Perry mengatakan, akan memprioritaskan kebijakan moneter untuk stabilisasi kurs dengan kombinasi suku bunga dan intervensi ganda.

"Kemarin sudah naik 25 bps, kami akan rencana untuk preemptive, front loading, ahead of the curves, dalam respons kebijakan suku bunga, kemudian terus melakukan intervensi ganda demi stabilisasi kurs," jelasnya.

img_title Rupiah Berbalik Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Sikap Baru The Fed Bikin Arah Pasar Sulit Ditebak

Mata Uang Rupiah

Adapun yang dimaksud dengan intervensi ganda tersebut, Perry menjelaskan, yakni supply foreign exchange dan membeli surat berharga negara di pasar sekunder hingga Rp50 triliun SBN asing. Untuk bulan ini saja dikatakannya sudah mencapai Rp13 triliun.

"Kami terus beli agar bisa lebih stabilitasi kurs. Lebih front loading," paparnya.

Selain itu, lanjut dia, koordinasi dengan pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan akan ditempuh sebagai langkah bersama untuk stabilkan kurs, yakni dengan lelang SBN, buyback, dan lainnya.

"Kami juga akan bertemu dengan perbankan dan dunia usaha yang banyak bergerak dalam devisa, untuk yakinkan mereka bahwa stabilitas nilai tukar rupiah itu penting dan BI komitmen juga perlu dukungan mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, dia mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah utamanya selain dipicu oleh faktor eksternal, juga dipengaruhi oleh persepsi pelaku pasar, yang lebih disebabkan adanya miskomunikasi antara regulator dan pelaku usaha tersebut.

"Kerja sama pemerintah dan perbankan agar semua ini bentuk persepsi positif terhadap nilai tukar rupiah. Insya Allah akan saya komunikasikan," ungkapnya.

Logo Bank Indonesia di Jakarta

Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia saat ini mencatat rupiah menguat ke Rp17.855 per dolar AS pada 18 Agustus 2026. Stabilitas dijaga lewat strategi moneter dan insentif valas.

img_title
VIVA.co.id
19 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut