5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Profesional Muda
VIVA – Uang adalah kutukan eksistensi bagi banyak profesional muda. Sebanyak apapun masalah dalam pekerjaan atau kehidupan pribadi yang bisa membuat stres, tidak ada hal yang dapat menyebabkan begitu banyak kecemasan, frustrasi, kesialan, dan ketidakbahagiaan daripada masalah keuangan.
Orang-orang mungkin akan mengatakan bahwa "uang bukan apa-apa" atau "kejarlah ilmu dan uang itu akan mengikuti pada akhirnya ". Tetapi, bagi para profesional muda yang sedang mencoba untuk berkembang dalam lingkungan perusahaan yang sangat kompetitif, memiliki cukup uang dan menjadi sehat secara finansial adalah suatu hal yang penting.
Agar masa depan keuangan stabil, kamu harus melewati begitu banyak rintangan dan harus mengatasinya satu demi satu sampai akhirnya mencapai kecakapan dalam hal keuangan.
Tentu saja, ada beberapa masalah keuangan yang akan dilalui para profesional muda, sembari mereka meniti karier mereka di dunia profesional. Berikut, lima masalah yang paling sering dihadapi, seperti dikutip dari laman jobstreet, Jumat 31 Agustus 2018.
1. “Uangku pergi ke mana?”
Mungkin pertanyaan inilah yang sering ditanyakan ke dirimu sendiri. Ini adalah pertanyaan umum yang kebanyakan profesional muda sering tanyakan pada diri sendiri dan belum menemukan jawabannya.
Lulusan baru, mungkin, adalah korban paling umum dari uang yang hilang secara misterius ini, karena mereka belum dapat mengembangkan insting yang sangat tajam dalam hal "kecerdasan" keuangan yang dimiliki oleh kebanyakan profesional berpengalaman. Tetapi, ini bukan berarti kamu harus membiarkan masalah ini tetap muncul.
Masalahnya: Kamu memiliki "kebocoran" kecil atau "lubang besar” dalam anggaran yang sudah ditentukan. Itulah sebabnya, kamu tidak dapat benar-benar melacak ke perginya uang tersebut.
Solusinya: Sebagai permulaan, buatlah anggaran bulanan untuk dapat memantau pengeluaranmu. Ada banyak aplikasi penganggaran yang tersedia secara online untuk mempermudah kamu dalam membuat anggaran. Kemudian, lakukan hanya transaksi tunai, jika memungkinkan daripada menggesek kartu ke kiri dan ke kanan.
Ini akan membuat kamu lebih sadar, berapa uang yang sudah terpakai. Pada akhirnya, simpan semua tanda terima pembelian, sehingga kamu memiliki bukti fisik yang nyata dari berapa banyak uang yang telah dibelanjakan.
2. "Sudah memakai anggaran, tapi akhir bulan dompet tetap kosong”
Masalah yang dihadapi oleh banyak orang adalah bahwa mereka dengan antusias menggunakan sistem penganggaran dan berpikir bahwa itu akan mengakhiri semua kesengsaraan keuangan mereka.