IPO, Garudafood dan Duck King Cari Modal Tembus Pasar Dunia

Listing Garuda Food.
Sumber :
  • M Yudha Prasstya.

VIVA – Produsen makanan ringan, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, berkode saham GOOD, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, usai mencatatkan saham perdana melalui Initial Public Offering atau IPO dan menjadi emiten ke-44 di tahun ini.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja berharap, IPO ini bisa memperkuat modal kerja perseroan, demi ekspansi bisnis yang merupakan strategi perusahaan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terima kasih atas dukungan dan kerja sama pemerintah, regulator, penjamin pelaksana emisi dan profesi, serta lembaga penunjang pasar modal Indonesia, mitra bisnis, dan para investor yang telah mewujudkan mimpi Garudafood menjadi perusahaan publik,” kata Hardianto di Gedung BEI Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

Garudafood menerbitkan saham baru sebanyak 762,84 juta, termasuk saham yang diterbitkan kepada Pelican Company Ltd., sebanyak 727,84 juta saham dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB).

Selain itu, Garudafood juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA), sebanyak-banyaknya 2,8 juta saham.  

img_title Semester I-2025, TBS Energi Catat Pendapatan Senilai US$172,2 Juta

"IPO ini akan menjadi momentum positif untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan peluang pasar yang begitu besar, baik di Indonesia maupun ASEAN. IPO juga akan membawa standar baru dalam tata kelola perusahaan yang baik yang menjadi kebutuhan perusahaan modern," ungkapnya.

Selain Garudafood, PT Jaya Bersama Indo Tbk (berkode saham DUCK) yang membawahi perusahaan restoran bebek The Duck King, juga resmi melantai di bursa melalui pencatatan saham perdana atau IPO dan menjadi emiten ke-43 tahun ini.

Saat ditanya mengenai alokasi dana hasil IPO, Direktur Jaya Bersama Indo, Dewi Tio mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan mayoritas dana untuk ekspansi bisnis dan membuka gerai ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti misalnya Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, beberapa pasar di kawasan Asia Tenggara yang juga akan diekspansi perseroan misalnya adalah Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

“Sesuai dengan prospektus, perseroan akan mengalokasikan sebesar 80 persen dana hasil IPO untuk ekspansi bisnis, membuka gerai baru, dan merenovasi gerai yang ada. Sedangkan 20 persen sisanya, untuk modal kerja,” kata Dewi di tempat yang sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut