Tujuh Hal Sepele Ini Bisa Hancurkan Bisnis Anda

Ilustrasi perjanjian bisnis.
Sumber :
  • CryptoCurry

VIVA – Membangun suatu bisnis membutuhkan perjuangan yang besar, sama seperti ketika Anda mengisi air ke dalam tangki berukuran raksasa. Jika Anda bermalas-malasan, tangki tidak akan pernah penuh.

img_title Waspada! Ini Tanda-tanda Masalah Keuangan yang Jarang Disadari, Nomor 3 Bisa Bikin Terlilit Utang

Sebaliknya, jika Anda giat mengisi walaupun sedikit demi sedikit, tangki akan cepat penuh dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agar perjuangan yang dilakukan tidak sia-sia, Anda perlu mencurahkan bahkan mengorbankan banyak hal dalam membangun bisnis. Kunci utamanya ada pada diri sendiri selaku motor penggerak dari bisnis.

img_title Bika Ambonnya Dikritik Ada Binatang, Ci Mehong Ungkap Caranya Berbisnis Sampai Sekarang

Tapi kadang banyak yang tak menyadari kebiasaan-kebiasaan yang dianggap remeh-temeh itu bisa menghambat bisnis yang dibangun. Kebiasaan seperti apakah itu?

Seperti dikutip dari Cermati.com, jangan pernah menganggap remeh tujuh kebiasaan kecil ini karena bisa menghancurkan bisnis Anda.

img_title 7 Rahasia Jadi Orang Kaya ala Robert Kiyosaki, Nomor 4 Jangan Sampai Terlewat!

1. Mengabaikan pencatatan keuangan secara berkala

Mengabaikan keuangan sama seperti membawa kehancuran bagi bisnis. Keuangan menjadi hal yang paling krusial. Keuangan yang dirancang jelas akan membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.

Sehingga arus pengeluaran menjadi lebih terarah dan sesuai bujet yang ditentukan. Buat catatan keuangan secara berkala, baik bulanan maupun tahunan. 

Anggaran bulanan sangat membantu untuk memprediksi pengeluaran dalam jangka pendek, sedangkan anggaran tahunan membantu Anda untuk mengetahui kinerja bisnis yang sesungguhnya. 

2. Lupa memisahkan uang pribadi dan uang usaha

Arus pemasukan uang pribadi dan uang usaha tentu berbeda. Hindari mencampuradukkan dua sumber pemasukan ini untuk menghindari keuangan yang tidak stabil.

Gunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti membayar asuransi, membeli kebutuhan pokok dan lainnya. Sementara itu, uang usaha digunakan untuk membiayai kebutuhan usaha, seperti membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, dan lainnya. 

Memisahkan keuangan pribadi dan usaha memang sering kali dianggap remeh. Jika tidak segera dibenahi, keuangan Anda akan menjadi simpang siur dan tidak memiliki arah serta tujuan penggunaan yang jelas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Salah dalam memilih pemasok (Suplier)

Kinerja bisnis tidak akan berjalan maksimal tanpa bantuan seorang pemasok, terutama untuk bisnis yang bergerak di sektor produksi. Sebelum mulai memproduksi, cari dan tetapkan pemasok untuk menyuplai bahan baku selama kegiatan produksi berlangsung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut