Mengintip Kendala Pengembangan Potensi Panas Bumi di RI

Instalasi sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Anis Efizudin

VIVA – Pemanfaatan panas bumi untuk kebutuhan listrik masih terkendala sejumlah hal, sehingga belum bisa optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

img_title IIGCE 2026, Pertamina Dorong Ekspansi Panas Bumi Nasional

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim menjelaskan, secara perhitungan bisnis, terdapat disparitas yang cukup jauh antara harga jual listrik dan biaya pengembangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi, hanya PLN lah yang menjadi pembeli tunggalnya, di mana perusahaan listrik pelat merah itu mematok rumusan 85 persen dari biaya pokok produksi. Hal inilah yang membuat progres pengembangan panas bumi di Pulau Jawa terkendala, jika dilihat dari kaca mata bisnis.

img_title PTPN I dan Geo Dipa Kaji Pemanfaatan Panas Bumi untuk Pengeringan Teh

"Karena pengembangan panas bumi di wilayah Jawa, tidak dapat mencapai keekonomiannya," kata Riki dalam acara buka puasa bersama di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu 22 Mei 2019.

Di sisi lain, tantangan sosial di mana resistensi sebuah kelompok masyarakat yang berada di sekitar sumber panas bumi itu, tak jarang menjadi hal yang harus dihadapi dalam upaya pengembangan energi panas bumi.

img_title Tumbuh 15,22 Persen, Produksi Listrik PGE Tembus 1.370 Gwh di Kuartal I-2026

"Ditambah bahwa pasar dari energi listrik yang dihasilkannya pun bersifat domestik. Artinya, hanya bisa dikembangkan di tempat potensi panas bumi itu berada, dan tidak bisa diangkut atau dialih tempatkan," ujarnya

Tak jarang pula, sumber-sumber panas bumi itu berada di wilayah hutan konservasi atau cagar alam, sehingga berhadapan dengan aturan dan perizinan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Jadi, selain aspek keekonomian tadi, tingginya resistensi masyarakat dalam penerimaan untuk kegiatan usaha panas bumi juga masih menjadi masalah," kata Riki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, lanjut Riki, hal-hal semacam inilah yang membuat upaya pemanfaatan energi panas bumi untuk kebutuhan listrik di Indonesia, baru mencapai sebesar 3.012,5 MWe atau sekitar tujuh persen dari total potensi panas bumi Indonesia yang sebesar 25,4 GWe.

"Selain harga jual yang ditentukan oleh pembeli, masalah pendanaan, serta berbagai kendala terkait proses perizinan yang berhubungan dengan bisnis panas bumi ini juga menjadi tantangan untuk upaya-upaya pengembangan panas bumi," ujarnya. (asp)

Edukasi potensi panas bumi oleh IGGC dan IDE di Cianjur

Potensi Panas Bumi Cianjur Melimpah, Ini Peluang untuk Energi Bersih

Kabupaten Cianjur memiliki potensi panas bumi yang melimpah dan masih dalam tahap eksplorasi. Edukasi publik dinilai penting untuk memahami manfaatnya.

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut