RI Cari Celah Masuk ke Pasar AS Manfaatkan Perang Dagang

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi
Sumber :
  • VIVAnews/Ahmad Rizaluddin

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat koordinasi tentang proyek peningkatan ekspor terpadu dalam pemanfaatan kesempatan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Hadir sejumlah pengusaha dari dalam negeri, petinggi perbankan hingga asosiasi pengusaha dari Amerika Serikat.

img_title Siapkan Jalur Alternatif, Irak Targetkan Naikkan Ekspor Minyak 5 Juta Barel per Hari

Pengusaha Nasional yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan, pertemuan yang dilakukan hari ini membicarakan peluang peningkatan kerja sama perdagangan bilateral RI dengan Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Rincian) kerja samanya sekarang baru kita tentukan apa yang mereka perlukan, apa yang kita perlukan. Kita juga harus promosi," kata Sofjan di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat 13 September 2019. 

img_title Penjualan BYD di China Anjlok, Pasar Luar Negeri Jadi Penyelamat

Dia menuturkan, dalam pertemuan tersebut juga hadir Ketua US Chambers of Commerce atau ketua pengusaha di AS, untuk saling mendengarkan apa yang bisa disuplai oleh Indonesia ke Amerika Serikat. Selain itu, Indonesia juga melihat peluang apa yang bisa diimpor dari AS seperti komoditas kapas dan lain-lain. 

"Ya, sekarang ini kan yang besar (peluang ekspor Indonesia) ini kan AS, kita menggantikan peranan China sebagian, itu kan besar sekali yang dia perlukan. Nah, ini yang kita mau ganti. Sehingga, macam-macam itu bisa beli ke perusahaan kita," ujar Sofjan yang juga Ketua Tim Ahli Wakil Presiden itu.

img_title Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

Dia mencontohkan, komoditas atau produk Indonesia yang bisa diekspor ke Amerika Serikat antara lain seperti tekstil, garmen, hingga sepatu.

Menurut Sofjan, Indonesia bisa meningkatkan kuantitas ekspor komoditas tersebut hingga dua kali lipat.

"Sekarang ini, kita bisa double kapasitas kita. Karena, banyak sekali yang mereka enggak beli sama China," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sofjan melanjutkan, produk Indonesia yang dijual ke AS saat ini akan lebih kompetitif. Hal itu disebabkan, bea masuk atau tarif perang dagang antara AS-China yang begitu tinggi.

"Ya garmen, tekstil itu bisa double (kapasitas ekspor) kita. Sekarang ini kan, total ekspor kita garmen itu kan US$11-13 miliar. Sedangkan Vietnam, jauh lebih tinggi dari kita," ucapnya. (asp)

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, Saiful Bahri Siregar (kedua kanan)

Korporasi Jadi Tersangka Kasus Ekspor Pulp, Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun

Kejagung menetapkan PT TPL Tbk sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam kegiatan ekspor dan penjualan bubur kertas atau pulp sepanjang 2008 hingga 2025.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut