Anggaran Dipotong, BPS Manfaatkan Ketua RT untuk Sensus Penduduk

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tidak bisa menjalankan sensus penduduk secara penuh sesuai renana awal karena wabah virus corona (Covid-19). Selain itu juga karena pemangkasan anggaran. 

img_title Genap 25 Bulan Beruntun, Emas Perhiasan Inflasi 4,70 Persen di September 2025

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, awalnya mekanisme sensus penduduk pada 2020 tidak hanya melalui mekanisme secara online, melainkan juga menggunakan mekanisme tatap muka, untuk mengoptimalkan data.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, karena menyebarnya wabah virus itu di Indonesia sejak pertengahan Maret dan ditetapkannya kebijakam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), BPS belum bisa melanjutkan rancangan awal survei penduduk.

img_title Minyak Kelapa Sawit hingga Perhiasan Dongkrak Ekspor RI di Januari-Agustus 2025

"Di awalnya memang kita merencanakan tatap muka terjun ke lapangan pada Mei 2020 tapi karena adanya Covid-19 kita rencanakan September. Tapi, karena kita enggak yakin apakah Covid-19 juga selesai pada September," katanya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu malam, 6 Mei 2020.

Di sisi lain, dia menekankan, dengan pemangkasan anggaran hingga 41 persen untuk menangani dampak Covid-19, BPS juga tidak lagi bisa melaksankan sensus secara tatap muka. Meski begitu, BPS akan memanfaatkan ketua RT di seluruh Indonesia.

img_title Mesin hingga Perahu Bikin Impor Januari-Agustus Naik 2,05 Persen, Cek Rinciannya

"Ada efisiensi anggaran BPS 41 persen, maka tahun ini kita enggak lagi tatap muka, kita akan libatkan ketua RT seluruh Indonesia yang mencapai 1,2 juta untuk distribusikan survei itu ke masing-masing rumah tangga," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk memastikan sensus itu terpenuhi secara optimal, Suhariyanto melanjutkan, pada 2021 ketika persoalan wabah Covid-19 selesai maka BPS akan melakukan sampling data untuk mengetauhi proyeksi jumlah teranyar penduduk Indonesia.

"Pada 2021 akan kita ambil sampel untuk membuat proyeksi penduduk Indonesia sampai 2020. Kemudian pada masa PSBB ini kita komitmen untuk tertibkan data strategis ini penting supaya kita bisa lihat seberapa besar dampak ekonominya," ujarnya.

Pedagang Beras di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten.

Harga Beras Sudah Turun, BPS: Redam Inflasi di September 2025

BPS menyebut bahwa beras telah menjadi salah satu komoditas yang menahan laju inflasi pada September 2025.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut