PGN Saka Segera Bor Sumur Migas Lapangan Sidayu
- PGN
Sesuai dengan persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan dua wellhead platform, yaitu Well-Head Platform C (WHP C) dan Well-Head Platform D (WHP D), production pipeline, dan gas lift pipeline. PGN Saka bekerja sama dengan rekanan yang telah ditunjuk untuk mengerjakan pembangunan platform dan pipeline ini.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto, menambahkan, pada prinsipnya PGN senantiasa terus mendorong anak perusahaan, untuk meningkatkan produksi sembari berupaya mendapatkan sumber-sumber migas lain.
“Kami bersyukur bahwa pada tahun 2019, PGN Saka berhasil mendapatkan perpanjangan pengelolaan Wilayah Kerja Pangkah. Pengembangan dan pengelolaan Lapangan Sidayu dapat menjadi milestone baru dalam menopang kebutuhan minyak dan gas bumi untuk ketahanan energi domestik. Khususnya di area Jawa Timur, PGN Saka memiliki kewajiban untuk menyuplai gas ke PJB Jawa Timur dengan volume optimum yang dihasilkan oleh lapangan-lapangan di Blok Pangkah,” ujarnya.
- Dok. Pertamina
Redy menyatakan, produksi di Lapangan Sidayu juga turut berperan dalam membantu pemerintah mengejar target produksi satu juta barel per hari. Dalam menjalankan peran sebagai Subholding Gas dan bagian dari PT Pertamina, PGN berkomitmen menjadi bagian dari solusi nyata untuk berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional dari hulu ke hilir khususnya dalam pemanfaatan gas bumi.
“Optimalisasi potensi gas bumi nasional dilakukan demi mewujudkan rencana besar yaitu kemandirian dan kedaulatan energi nasional, sehingga akan mampu memberikan benefit yang berkelanjutan untuk roda perekonomian Indonesia,” tutur Redy.
Saat ini, PGN Saka mengelola 10 Wilayah Kerja (WK) di Indonesia dan satu blok Shale Gas di Lapangan Fasken, Texas-Amerika Serikat. Pengelolaan di 6 WK sebagai operator dengan kepemilikan 100 persen hak partisipasi di WK Pangkah, South Sesulu, Wokam II, Pekawai, West Yamdena, dan Muriah. (art)