Airlangga: Gresik Jadi Sentra Hilirisasi Tembaga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Dokumentasi Kementerian

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, kebijakan Pemerintah dalam hilirisasi produk mineral dan batubara (minerba), terutama ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu juga menjadi sumber penerimaan negara serta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta ekspor, termasuk menghasilkan bahan baku energi bersih.

img_title Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun untuk Bikin Rekening Massal Bagi 200 Juta Masyarakat

Adapun dengan adanya proyek ekspansi PT Smelting sebagai industri pionir dalam pengembangan hilirisasi produk minerba diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional maupun secara spasial di wilayah Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Airlangga mengatakan, Indonesia saat ini memiliki cadangan bijih tembaga sebesar 3,1 miliar ton dengan tingkat produksi sebanyak 100 juta ton per tahun.  Cadangan bijih tembaga tersebut diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru.

img_title Prancis Berencana Pangkas Gaji Menteri dan Anggota Dewan Demi Hemat Anggaran

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Photo :
  • Dokumentasi Kementerian

Dengan hal tersebut peningkatan nilai tambah bijih tembaga sangat diperlukan, baik dengan pembangunan pabrik baru atau ekspansi pabrik yang ada untuk ekstraksi tembaga.

img_title Perkuat Penyaluran Bansos, Pemerintah Buatkan Rekening BRI dan BSI Buat Seluruh Rakyat RI

“Dengan ekspansi di pabrik refinery mineral pertama di Indonesia ini, ada 3,3 juta ton konsentrat yang nantinya akan diolah, sehingga Gresik menjadi sentra dari hilirisasi tembaga. Kedepannya dengan renewable energi, electric vehicle dan solar panel seluruhnya membutuhkan tembaga. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunannya perlu untuk terus didorong, terutama untuk kebutuhan memproduksi produk elektronik,” ujar Airlangga dari keterangannya pada, Sabtu 19 Februari 2022.

Adapun dengan ekspansi tersebut, kapasitas pengolahan konsentrat PT Smelting direncanakan akan mengalami peningkatan menjadi sebanyak 1,3 juta ton dan kapasitas produksi katoda tembaga juga meningkat menjadi 342.000 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proyek ekspansi PT Smelting yang keempat sejak tahun 1999 ini, juga akan menambah pabrik asam sulfat baru, menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter, serta menambah jumlah sel elektrolisa di refinery. Peningkatan kapasitas dalam ekspansi tersebut membutuhkan Capex sebesar US$231 juta dan direncanakan akan selesai pada September 2023.  

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti katoda tembaga untuk industri kawat/kabel (wire), batangan tembaga (rod bar), industri kimia, serta produk samping berupa asam sulfat untuk bahan baku pabrik pupuk serta copper slag dan gipsum sebagai bahan baku semen. Juga melakukan ekspor katoda tembaga dan tembaga telurida.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut