Gelombang PHK Karyawan Start Up Terpa JD.ID

E-commerce JD.id.
Sumber :
  • VIVA/Novina Putri Bestari

VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh start up atau perusahaan rintisan di Tanah Air masih terus berlangsung. Saat ini hal tersebut juga dilakukan oleh platform e-commerce JD.ID.

img_title Uang Afiliator Vilmei Dikuras Rp1,28 M, Polisi Bongkar Modus Koin hingga Gift TikTok

Director of General Management JD.ID, Jenie Simon mengatakan, PHK ini merupakan langkah berat yang harus diambil perusahaan untuk melakukan efisiensi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"JD.ID juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalam-nya terdapat juga pengurangan jumlah karyawan," kata Jenie dalam keterangannya, dikutip Jumat 27 Mei 2022.

img_title Pengakuan Karyawan Vilmei Soal Uang Rp1,2 M Dipakai Judol hingga Mabuk, Begini Kata Polisi

Sehubungan dengan pengambilan keputusan ini, Jenie memastikan pihaknya juga akan mematuhi regulasi yang ada, seperti memberikan hak kepada karyawan yang terdampak. "Patuh dan tunduk terhadap regulasi ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan pemerintah, dan akan memperlakukan dan memberikan hak karyawan, sebagaimana diatur dalam regulasi tersebut," ujarnya.

Selain itu kata dia upaya yang ditempuh JD.ID antara lain adalah dengan melakukan peninjauan, penyesuaian hingga inovasi atas strategi bisnis dan usaha.

img_title Masuk Usia 40 Tahun dan Mulai Bosan Jadi Karyawan? Ini 7 Bisnis yang Layak Dicoba untuk Tambah Penghasilan

"Upaya improvisasi dan pengambilan keputusan dilakukan agar JD.ID dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia," kata Jenie.

Saat ini, perusahaan juga tengah fokus pada pengoptimalan struktur ketenagakerjaan. Bagi JD.ID lanjut Jenie, para karyawan adalah aset vital dari perusahaan dan bagian dari sebuah keluarga besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Artinya, JD.ID memiliki kewajiban untuk menjaga kesejahteraan para karyawan-nya, sekaligus mengembangkan potensi mereka untuk dapat memberikan kinerja yang lebih efektif dan optimal bagi perusahaan," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dua start up lainnya yakni platform edutech Zenius dan platform pembayaran digital LinkAja juga telah melakukan hal serupa. Hal tersebut dilakukan dengan alasan menyesuaikan SDM dalam perusahaan tersebut.

Seleb TikTok Vilmei

Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Mantan karyawan Vilmei, yakni Zahra Khairunnissa mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp600 juta dari dana milik Vilmei yang diduga dikuras olehnya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut