Bukan Margin Bunga, Laba BRI Terbang karena Kredit UMKM

Gedung BRI II, Bank Rakyat Indonesia
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVA Bisnis – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada 2022 berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih secara signifikan menjadi sebesar Rp 51,4 triliun. Faktor utama penyebab terbangnya laba BRI ini berasal dari volume kredit dan jumlah nasabah perbankan.

img_title Pertamina Patra Niaga Bagikan 8.100 Porsi Makanan di Harpelnas 2026, UMKM Masak Pakai Bright Gas Serentak di 8 Kota

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, berdasarkan data margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM), bukan faktor utama yang mempengaruhi capaian kinerja tersebut. Meskipun NIM tercatat mengalami penurunan sebesar 33 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan data historis BRI, tidak ditemukan korelasi positif antara besarnya NIM dengan pencapaian laba BRI. Namun, faktor utama yang mempengaruhi laba BRI adalah pertumbuhan volume kredit dan juga peningkatan jumlah nasabah yang dilayani, terutama nasabah mikro," ujar Sunarso dalam konferensi pers Rabu, 8 Februari 2023.

img_title Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Sunarso menjelaskan, berdasarkan data BRI, NIM bank only pada 2008 sebesar 10,18 persen. Dalam hal ini laba BRI hanya 5,96 triliun rupiah. Sedangkan jumlah nasabah pinjaman hanya sebesar 5 juta, dan volume kredit sebesar Rp 161 triliun.

DIrut BRI Sunarso.

Photo :
  • Anisa Aulia/VIVA.

img_title Peringati Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Perkuat Ikatan ke Nasabah dan Pekerja BRI Group

"Mari kita bandingkan dengan tahun 2022, laba BRI bank only meningkat pesat menjadi Rp 47,83 triliun. Padahal NIM-nya sudah turun 33 persen dibandingkan NIM BRI tahun 2008," ujarnya.

Namun, jelas Sunarso pada tahun 2022 peningkatan laba BRI disebabkan oleh jumlah nasabah mikro yang tumbuh atau naik signifikan. Tercatat jumlah nasabah mencapai lebih dari 15 juta nasabah mikro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Demikian volume kreditnya telah tumbuh lebih dari enam kali lipat menjadi Rp 1.029,80 triliun jika dibandingkan posisi tahun 2008. Jadi jelas pemborong utama laba BRI adalah semakin banyaknya usaha mikro yang bisa dilayani, naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2008," imbuhnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae

OJK: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 9.135 Triliun Per Juli 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan penyaluran kredit perbankan Rp 9.135 triliun per Juli 2026, tumbuh 13,58 persen secara tahunan (yoy).

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut