Prediksi Prospek Pasar Crytocurrency Indonesia pasca Halving Bitcoin

Bitcoin.
Sumber :
  • wikimedia

Jakarta – Pasca berakhirnya event Halving Bitcoin pada tanggal 22 April 2024, pasar kripto menghadapi tantangan dan peluang baru yang mempengaruhi dinamika perdagangan digital secara keseluruhan.

img_title Izin TikTok Dibekukan Sementara

Tercatat, harga Bitcoin (BTC) kembali pulih di awal pekan ini yang berada di level US$ 66.070 atau setara dengan Rp 1,073 miliar pada Senin, 22 April 2024 yang sebelumnya turun di level US$ 65.079 atau setara dengan Rp 1,050 miliar pada Minggu, 21 April 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, pasar merespon positif Halving Bitcoin pada tahun ini. Resna Raniadi, Chief Operation Officer Upbit Indonesia mengatakan, “Tahun ini menandai keempat kalinya event halving ini terjadi, tentunya event kali ini telah diantisipasi lebih baik oleh pasar, dimana terlihat dari harga Bitcoin sudah memasuki siklus bull market dan mencapai all time high (ATH) pada 14 Maret 2024 lalu bahkan sebelum halving terjadi. Ini menandakan pasar dan investor menyambut positif momen tersebut.”

img_title Bjorka Jual 4,9 Juta Nasabah Bank di Dark Web Seharga Puluhan Juta, Transaksi Pakai Kripto

Upbit juga menganalisa bahwa ada beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin pasca halving. “Pasar kripto telah mengalami beberapa volatilitas dalam beberapa minggu terakhir yang mendorong perilaku wait and see di kalangan investor. Tidak hanya itu, kondisi makroekonomi seperti ketegangan geopolitik, keputusan suku bunga oleh the Fed, serta kinerja perdagangan EFT Bitcoin tentunya juga akan mempengaruhi volatilitas nilai Bitcoin dalam dalam beberapa bulan ke depan” ujar Resna.

img_title Perwakilan Pegadaian Berlaga di E-Sport Edutainment Kelas Dunia, Juara Microsoft Excel World Championship Indonesia 2025

Upbit

Photo :
  • Istimewa

Peluang Pasca Halving Bitcoin

Meskipun dihadapkan dengan tantangan, Halving Bitcoin juga membawa sejumlah peluang bagi pelaku pasar kripto di Indonesia. Salah satunya adalah kesempatan untuk memperoleh aset digital dengan harga yang lebih rendah dalam jangka waktu panjang. Jika ditujukan untuk investasi jangka panjang, tentunya halving ini bisa menjadi momentum untuk membangun portofolio yang kokoh. 

Halving Bitcoin juga dapat memicu pertumbuhan ekosistem cryptocurrency secara keseluruhan, dimana event seperti ini dapat menarik investor baru sehingga mendorong inovasi dan pengembangan proyek - proyek baru di Indonesia. Hal tersebut menciptakan peluang bagi perusahaan dan pengembang lokal untuk berkontribusi dalam memperluas adopsi crytpocurrency di Indonesia.

Selain itu, Upbit juga memprediksi bahwa kemungkinan Bitcoin akan bergerak secara sideways untuk sementara waktu pasca Halving yang dipengaruhi oleh berbagai fakor eksternal, namun untuk jangka panjang tidak menutup kemungkinan bahwa Bitcoin akan berpotensi bullish kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Resna Raniadi, Chief Operation Officer Upbit Indonesia mengatakan “Kami yakin efek dari halving tidak bisa terpaku hanya pada satu pekan saja, tetapi dampaknya akan terasa dalam jangka waktu yang lebih panjang dan mempengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan.

Hal ini terlihat juga dari beberapa tahun terakhir dimana mulai masuknya pelaku non individu ke dalam transaksi aset digital. Selain itu, meskipun perubahan harga serta volume perdagangan mulai terlihat signifikan dalam periode pasca halving ini, kami tetap mendorong para investor untuk terus waspada terhadap perubahan pasar, memahami risiko yang mungkin akan terjadi, serta memiliki strategi investasi yang jelas dan terencana ”.

Ilustrasi Bitcoin. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)

JPMorgan Ungkap Alasan Bitcoin Lebih Menarik dari Emas, Harganya Bisa Tembus US$266.000

JPMorgan mengungkap alasan Bitcoin dinilai lebih menarik dibanding emas sebagai aset investasi. Bank AS ini menilai harga Bitcoin berpotensi menembus US$266.000.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut