Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp15.842 per Dolar AS

Uang kertas rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menguat pada perdagangan Rabu, 20 November 2024. Rupiah menguat sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp15.842 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau kemarin sore, mematok rupiah di angka Rp 15.816 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong memperkirakan mata uang rupiah terhadap dolar AS akan menguat pada perdagangan hari ini. 

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data perumahan AS yang lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman kepada VIVA, Rabu, 20 November 2024. 

Mata uang dolar AS.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Lukman menuturkan, saat ini investor sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait arah suku bunga acuan atau BI Rate. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Investor menantikan hasil rapat Dewan Gubenur BI sore ini yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah," jelasnya. 

Dengan demikian, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat pada hari ini di kisaran Rp15.775-Rp15.875.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut