Menko AHY Tegaskan Solusi Penanganan Sampah Harus Komprehensif

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Sumber :
  • Dok. Kemenko Infra

Jakarta, VIVA – Permasalahan sampah kota di Indonesia diakui masih terkendala banyak hal untuk diselesaikan. Penanganan sampah yang baik disebut merupakan hal yang sudah sangat mendesak mengingat semakin bertambahnya volume timbunan sampah setiap harinya akibat dari kegiatan ekonomi dan bertambahnya pertumbuhan penduduk. 

img_title Warga Palmerah Tolak Pembuatan TPS karena Timbulkan Bau, Pemprov Merespons

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Pemerintah Daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penanganan sampah nasional membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi pada solusi jangka panjang. Dalam penutupan FGD mengenai pengelolaan sampah, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh berpihak pada teknologi atau institusi tertentu.

img_title Seluruh Bandara dan Pelabuhan Internasional di Indonesia Resmi Terapkan Aplikasi All Indonesia

“Ternyata dalam perkembangannya banyak kemajuan. Kita tidak berpihak pada satu-dua teknologi, apalagi satu-dua kantor. Tidak, kita bicara negara, pemerintah harus utuh melihatnya,” ujar Menko AHY dikutip dalam keterangan resmi, Senin, 28 April 2025.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Photo :
  • Dok. Kemenko Infra

img_title Mendagri Dorong Peran Aktif Pemda Sukseskan Program PSEL

Menko AHY menekankan bahwa isu waste to energy memang menarik banyak pihak, tetapi pendekatan terhadap masalah ini tidak boleh hanya didorong oleh motif bisnis. Prioritas utama adalah mengurangi dan menangani sampah itu sendiri.

“Walaupun saya juga paham bahwa bicara isu waste to energy ini banyak sekali yang tertarik, tetapi jangan sampai hanya didasari pada motif bisnis. Tetapi harus menyeluruh bahwa ini first and foremost adalah masalah sampah ini dulu. Kita kurangi, kita reduksi,” jelasnya.

Menko AHY menjadikan PSEL Benowo di Surabaya sebagai contoh inisiatif yang dapat dikategorikan sukses. Meskipun teknologi yang digunakan, yaitu teknologi gasifikasi, dinilai kurang efektif dibandingkan insinerator, ia menyebut bahwa upaya tersebut tetap memberikan kontribusi yang nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tingkat efektivitasnya itu katanya sekitar 40 persen. Sedangkan kalau insinerator bisa hingga 80–90 persen. Tapi at least ada yang lakukan, at least itu bisa memberikan solusi,” pungkas Menko AHY.

Menko AHY berharap hasil diskusi ini tidak berhenti di ruang FGD, namun dapat melahirkan kebijakan konkret dan rekomendasi yang bisa diajukan kepada Presiden, dan dapat mengorkestrasi semua upaya antarpihak, pusat maupun daerah dengan berbagai stakeholders.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut