Rupiah Sempat Anjlok ke 16.513, Tewasnya Ojol Oleh Brimob Jadi Sentimen Negatif

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Sumber :
  • Pixabay/IqbalStock

Jakarta, VIVA – Tragedi meninggalnya seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri pada Kamis, 28 Agustus 2025 kemarin, dinilai menjadi salah satu sentimen negatif bagi pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini.

Prabowo Minta Pemeriksaan Anggota Brimob Lindas Affan Kurniawan Dilakukan Transparan!

Pantauan Viva Bisnis di pasar spot pada Jumat, 29 Agustus 2025 hingga pukul 11.25 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.451 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 98 poin atau 0,60 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.353 per dollar AS.

Bahkan, beberapa saat sebelumnya terpantau bahwa mata uang Garuda sempat merosot signifikan hingga menyentuh level Rp 16.513 per dolar AS.

Sopir Rantis Brimob Akui Hantam Jalan Saat Lindas Ojol Affan Kurniawan: Saya Fokus Selamatkan Anggota

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen negatif pelemahan rupiah ini salah satunya dipicu faktor internal dan eksternal. Namun, faktor internal khususnya ketegangan politik dalam beberapa hari terakhir, terlihat memiliki dampak yang sangat besar terhadap mata uang merah putih tersebut.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Rieke Diah Pitaloka Minta Ojol Tetap Tenang: Kita Tidak Akan Membuat Meninggalnya Affan Sia-sia

"Kondisi perpolitikan di Indonesia ini membuat pasar kembali mencari aset-aset yang aman, yaitu adalah safe haven," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Menurutnya, insiden di dalam negeri tadi malam, di mana ada oknum aparat yang menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online, telah memicu tensi politik hingga makin memanas.

Ibrahim menambahkan, sentimen negatif ini turut diperburuk oleh isu-isu lain yang sudah ada sebelumnya, seperti rencana pemberian tunjangan perumahan untuk anggota DPR dan kasus korupsi yang melibatkan mantan aktivis 98.

"Ini carut-marut ini yang membuat pasar sedikit apatis ya terhadap perpolitikan di Indonesia, dan ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan, Ibrahim memprediksi bahwa rupiah akan melemah tajam hingga 85 poin, mencapai Rp 16.433 per dolar AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya