Program B40 Disebut Hemat Devisa Rp93 Triliun, Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja

Ilustrasi Biodiesel
Sumber :
  • freewebs.com

Jakarta, VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa realisasi program campuran bahan bakar biodiesel sebanyak 40 persen atau B40 periode Januari-September 2025 mencapai 10,57 juta kiloliter (kl). Jumlah tersebut tercatat penghematan devisa negara sebesar Rp 93,43 triliun.

img_title Dukung Kebijakan Bahlil, Anggota DPR: Subsidi Energi 2027 Harus Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta. Program tersebut ditegaskan juga mampu menciptakan lapangan kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain menghemat devisa hingga mencapai Rp93,43 triliun, mandatori program ini mampu menyerap lebih dari 1,3 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi karbon hingga 28 juta ton," ucap Bahlil, Rabu, 22 Oktober 2025.

img_title Bahlil Usulkan Subsidi Listrik 2027 Naik Jadi Rp 117,84 Triliun, Simak Penjelasannya

Dia menjabarkan, devisa yang dihemat itu melalui pengurangan impor solar. Realisasi program B40 disertai dengan peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) hingga Rp 14,7 triliun.

"Petani sawit menjadi pahlawan energi baru. Program transisi energi ini membuka lapangan kerja baru sambil menjaga kelestarian bumi. Dari kebun sawit rakyat hingga tangki kendaraan bermotor, rantai nilai biodiesel telah menjadi bukti Indonesia mampu menciptakan ekosistem energi yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan," kata Bahlil.

img_title Bahlil Kasih Bocoran soal Penerapan Pembatasan Pembelian Pertalite Bagi Masyarakat Desil 9-10

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, HIPMI-Danantara Business Forum 2025

Photo :
  • Antara

Selain bioenergi, pemerintah juga mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan menggencarkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). "Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW)," ujar Bahlil.

Lebih lanjut dia menjabarkan, sepanjang 2025, Kementerian ESDM sudah melakukan peresmian proyek-proyek pembangkit listrik sebanyak dua kali yang dilaksanakan Presiden Prabowo Subianto.

Pertama, pada 20 Januari 2025, Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil meresmikan sebanyak 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3,2 GW. Dari total kapasitas pembangkit tersebut, sebanyak 89 persen merupakan pembangkit berbasis EBT.

Kemudian, pada 26 Juni 2025, 55 pembangkit listrik diresmikan, dengan rincian 8 PLTP dan sisanya PLTS yang tersebar di 15 provinsi. Total kapasitas pembangkit yang diresmikan tersebut sebesar 379,7 megawatt (MW).

Biodiesel. Sumber foto: bpdp.or.id.

Photo :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai wujud komitmen pemerintah, pada 2030, target bauran EBT nasional telah direvisi menjadi sebesar 19-23 persen. Target ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Upaya ini, kata Bahlil, tidak hanya bertujuan menekan emisi karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global dan fluktuasi pasar energi dunia. (Ant)

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Bahlil mengaku Presiden Prabowo telah mengarahkan agar tindak lanjut kesepakatan RI-Rusia itu, harus bisa hasilkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut