Timor-Leste Tidak Sendirian Lagi
- ANTARA/Shofi Ayudiana
Untuk menjadi anggota ASEAN, Timor-Leste harus sepenuhnya memenuhi persyaratan dan kewajiban organisasi, termasuk kemampuan untuk memenuhi persyaratan partisipasi dalam tiga pilar utama, yaitu politik-keamanan (ASEAN Political-Security Community/APSC), ekonomi (ASEAN Economic Community/AEC), dan sosial-budaya (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC).
Niat Timor-Leste masuk menjadi anggota tetap ASEAN sempat mendapatkan tentangan atau penolakan dari beberapa negara anggota ASEAN, yang menilai ekonomi negara tersebut masih tertinggal.
Singapura merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang sempat skeptis atau menyatakan keraguannya atas kemampuan Timor-Leste mengatasi aksesi terhadap keanggotaan penuh ASEAN.
Saat mengajukan diri sebagai anggota penuh ASEAN, Timor-Leste dianggap masih menghadapi banyak tantangan, termasuk dalam hal menjaga keamanan, pembangunan ekonomi, upaya memberantas korupsi dalam anggaran nasional, dan perekonomian yang bergantung pada sumber daya alam (SDA).
Namun, penolakan itu tidak membuat Timor-Leste mundur. Secara bertahap Timor-Leste dapat menunjukkan posisinya yang pantas untuk diterima sebagai anggota penuh ASEAN. Tentunya juga dengan dukungan dari beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Pembahasan Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN terus dikerucutkan. Hingga akhirnya pada 10 September 2025, para pejabat senior dari negara-negara anggota ASEAN berkumpul di Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia, dalam Pertemuan Pejabat Senior (SOM) ASEAN 2025, untuk membahas persiapan menyambut Timor-Leste sebagai anggota penuh organisasi regional itu.
Pertemuan dipimpin sekretaris jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia sekaligus pejabat senior ASEAN untuk Malaysia, dan dihadiri para pemimpin SOM ASEAN, pemimpin SOM Timor-Leste, dan Sekretariat ASEAN.
Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam keterangannya menyatakan pertemuan tersebut membahas berbagai isu, termasuk pembangunan Komunitas ASEAN, hubungan eksternal ASEAN, pengembangan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC). Salah satu agenda utama pertemuan tersebut terkait dengan keanggotaan Timor-Leste.
Pertemuan tersebut meninjau kemajuan penyusunan dokumen aksesi, partisipasi Timor-Leste dalam instrumen hukum ASEAN, dan prioritas yang perlu diperhatikan setelah aksesi resmi.
Alhasil, pada 25 Oktober kemarin, atau sehari menjelang pengukuhan sebagai anggota penuh ASEAN, Timor-Leste secara resmi menyerahkan instrumen aksesi Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).