FedEx PHK Massal, Ratusan Karyawan Terpaksa 'Dirumahkan'

Ilustrasi FedEx Supply Chain
Sumber :
  • Parcel Path

Jakarta, VIVA – Perubahan besar kembali menghantam industri logistik Amerika Serikat di penghujung tahun. Setelah tren efisiensi di berbagai perusahaan transportasi global, FedEx Supply Chain kini menjadi sorotan akibat pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Texas. 

img_title Hadapi Potensi PHK di Industri Rentan, Airlangga: Pemerintah Terus Pacu Pembukaan Lapangan Kerja

Kabar ini langsung menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi sektor logistik yang tengah beradaptasi dengan dinamika permintaan serta strategi restrukturisasi klien-klien besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah persaingan ketat dan pergeseran kebutuhan layanan pihak ketiga (third-party logistics/3PL), banyak perusahaan mulai mengoptimalkan rantai pasok dengan bermitra pada penyedia berbeda. 

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Pergeseran ini tak jarang membawa dampak bagi tenaga kerja, khususnya bagi perusahaan yang mengelola fasilitas logistik atas nama klien. PHK di FedEx Supply Chain menjadi contoh terbaru dari dinamika tersebut, menambah daftar panjang penyesuaian yang terjadi sepanjang 2025.

856 Pekerja Di-PHK Mulai Akhir Januari

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

FedEx

Photo :
  • Fortune

Terbaru, FedEx, perusahaan logistik berbasis di Memphis, mengajukan pemberitahuan resmi lewat WARN notice di Texas pada 25 November. Dokumen tersebut menegaskan bahwa sebanyak 856 karyawan di fasilitas FedEx Supply Chain Logistics & Electronics di Dallas County akan terdampak PHK yang dijadwalkan mulai 29 Januari.

Langkah ini terjadi karena FedEx Supply Chain tidak lagi menyediakan layanan logistik pihak ketiga untuk klien yang menempati fasilitas 840 W. Sandy Lake Road, Coppell, Texas.

Mengutip dari The Commercial Appeal, Jumat, 28 November 2025, FedEx menegaskan komitmennya mendukung karyawan terdampak. “Para anggota tim di fasilitas ini telah diberi tahu sebelumnya dan beberapa akan memenuhi syarat untuk peran lain di dalam perusahaan, termasuk di fasilitas FedEx lain di area tersebut," demikian isi dokumen tersebut. 

"Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terdampak melalui bantuan penempatan kerja, bantuan relokasi, atau pesangon, sesuai yang berlaku.”

Bukan Bagian dari Restrukturisasi Network 2.0

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FedEx menegaskan bahwa perubahan ini tidak berkaitan dengan restrukturisasi internal perusahaan, termasuk inisiatif Network 2.0, strategi transformasi jaringan yang sedang berlangsung.

Perusahaan menekankan bahwa alasan PHK sepenuhnya terkait dengan keputusan klien yang memilih beralih ke penyedia logistik pihak ketiga lainnya. Transisi logistik klien ini secara langsung membuat FedEx tidak lagi mengoperasikan fasilitas terkait.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut