Bursa Asia Lesu di Perdagangan Hari Pertama 2026

Ilustrasi ekonomi Amerika Serikat
Sumber :
  • BusinessInsider

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik lesu pada hari pertama perdagangan pasar, Jumat, 2 Januari 2026. Bursa Korea Selatan memimpin dan sebagian bursa masih tutup karena libur pajang peringatan Tahun Baru 2026.

img_title IFG Synergy Day 2026 Perkuat Sinergi dengan Seluruh Ekosistem Asuransi, Penjaminan dan Investasi

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan negara Singa ini mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, Ekonomi Singapura tumbuh 5,7 persen secara year on year (yoy) tahunan pada kuartal IV-2025. Lonjakan didorong oleh pertumbuhan manufaktur yang kuat dalam tiga bulan hingga Desember 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan ini lebih cepat daripada pertumbuhan yang direvisi sebesar 4,3 persen pada kuartal sebelumnya. Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Singapura sepanjang tahun 2025 sebesar 4,8 persen.

img_title Peringati Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Perkuat Ikatan ke Nasabah dan Pekerja BRI Group

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Australia, S&P/ASX 20, tergelincir saat pembukaan pasar. Indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis menjadi 25.648 menjadi 25.630,54.

Ilustrasi pasar saham Jepang

Photo :
  • Al Jazeera via AFP

img_title IHSG Dibuka Menghijau Dibayangi Koreksi, Wall Street Menguat dan Bursa Asia Rebound

Beberapa perdagangan bursa di kawasan Asia masih tutup karena liburan, Jepang dan Tiongkok daratan. Pasar di Korea Selatan akan buka satu jam kemudian, yaitu pukul 10 pagi waktu setempat.

Pada penutupan akhir tahun 2025, indeks acuan Korea Selatan, Kospi, ditutup naik 0,21 persen hingga cetak rekor tertinggi baru. Indeks Kosdaq melesat 1,32 persen.

Di Wall Street, indeks S&P 500 merosot 0,74 persen di hari terakhir perdagangan tahun 2025. Meski demikian, indeks S&P 500 membukukan kenaikan sebesar 16,39 persen sejak awal tahun 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 0,63 persen. Sepanjang tahun 2025, indeks DJIA naik 12,97 persen sedikit terhambat oleh kurangnya representasi sektor teknologi.

Nasdaq Composite anjlok 0,76 persen pada Jumat, 31 Desember 2025. Indeks Nasdaq Composite mencetak pertumbuhan sebesar 20,36 persen selama tahun 2025 ditopang oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI). 

IHSG

IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Datar saat Bursa Asia Menguat dan Wall Street Lesu

IHSG dibuka menguat 15 poin atau 0,24 persen di level 6.652 pada pembukaan perdagangan Senin 7 September 2026 dan diprediksi datar atau sideways pada perdagangan hari ini

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut