Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Perang Ukraina vs Rusia.
Sumber :
  • Reddit

Jakarta, VIVA – Negara pecahan Uni Soviet, Ukraina, saat ini sedang mengalami musim dingin terberat.

img_title Jembatan Darat Pertama Penghubung Rusia-Korea Utara Diresmikan, Diberi Nama Perwira Soviet yang Selamatkan Pendiri Korut

Dengan suhu ekstrem pada bulan ini yang anjlok hingga -15 derajat Celcius, Rusia telah menyerang infrastruktur energi, menyebabkan sekitar satu juta warga Ukraina tanpa pemanas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibu kota, Kyiv, adalah target utama serangan ini. Menyusul pemboman Rusia terbaru pada malam hingga 24 Januari 2026, hampir 6.000 blok apartemen kehilangan pemanas, menurut Wali Kota Vitaly Klitschko.

img_title Sahroni Sayangkan Kunjungan Prabowo ke Rusia Marak Hoaks: Jangan Sampai Merusak Kritik yang Bagus ke Pemerintah!

Ini adalah serangan Rusia ketiga yang menargetkan infrastruktur pemanas Kiev dalam waktu kurang lebih dua minggu, setelah serangan pada 9 dan 20 Januari juga menyebabkan ratusan ribu orang kedinginan di apartemen mereka.

Yang memperburuk keadaan bagi Ukraina dan mempermudah keadaan bagi Rusia adalah meluasnya keberadaan gedung-gedung apartemen yang bergantung pada pemanas sentral komunal – di mana air dipanaskan di tempat lain dan kemudian dipompa ke radiator mereka.

img_title Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Pembangkit listrik tenaga panas di Ukraina sangat besar dan ribuan orang terkena dampaknya ketika menjadi sasaran pasukan Rusia. Ukraina mengatakan bahwa semua pembangkit listrik tersebut kini telah dihantam.

Serangan semacam itu juga mengganggu pasokan listrik, tetapi meskipun generator atau baterai dapat membantu dalam situasi ini, pemanasan menjadi kurang mudah, terutama ketika tidak ada listrik untuk menyalakan pemanas.

Kyivteploenergo, perusahaan monopoli yang memasok pemanas dan air panas di ibu kota Ukraina, mengatakan kepada BBC bahwa "sebagian besar" rumah di Kiev tergantung pada layanannya. Mereka mengatakan tidak dapat membagikan angka pastinya karena alasan keamanan.

Di Zaporizhzhia, sebuah kota garis depan yang dihuni oleh 750 ribu orang, hampir tiga perempat penduduknya bergantung pada pemanas sentral, menurut Maksym Rohalsky, kepala asosiasi penghuni blok apartemen setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, sekitar 11 juta rumah tangga di Ukraina bergantung pada pemanas sentral, dibandingkan dengan tujuh juta rumah tangga yang menggunakan pemanas mandiri, kata pakar energi Ukraina, Yuri Korolchuk, seperti dikutip dari situs BBC, Senin, 26 Januari 2026.

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, menjadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut