Ekonomi RI Diramal Melesat Tahun Ini

Ilustrasi ekonomi dan investasi.
Sumber :
  • pexels.com/energepic.com

Jakarta, VIVA - Ekonomi Indonesia diprediksi akan memasuki fase pertumbuhan yang lebih siklikal, dengan PDB Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen pada 2026, atau meningkat dari proyeksi 5 persen di 2025.

img_title Harga Emas Hari Ini 10 September 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi

Senior Economist Standard Chartered atau Stanchart Indonesia Aldian Taloputra memaparkan bahwa dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan sikap yang berhati-hati sepanjang tahun ini. Sikap bank sentral dilakukan dengan menyeimbangkan stabilitas eksternal serta dukungan terhadap pertumbuhan domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merujuk laporan “Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles?”, Stanchart turut menyoroti bahwa meskipun valuasi sejumlah aset telah meningkat, kondisi saat ini belum menunjukkan karakteristik bubble sistemik seperti pada periode sebelumnya.

img_title Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

Laporan juga memproyeksikan bahwa aset berisiko, khususnya ekuitas, masih berpotensi mencatat kinerja positif pada 2026 yang didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan AI (kecerdasan buatan).

Dalam laporannya, Standard Chartered mengidentifikasi tiga tema utama investasi 2026, termasuk tema ekuitas dengan fokus pada pasar yang ditopang pertumbuhan laba.

img_title Survei BI Ungkap Keyakinan Konsumen ke Kondisi Ekonomi Naik pada Agustus 2026

Selanjutnya, tema income khususnya obligasi emerging markets yang menawarkan yield menarik sekaligus diversifikasi, serta tema diversifiers, seperti emas dan strategi alternatif, untuk membantu meredam volatilitas portofolio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan ini menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan, serta alokasi portofolio yang lebih terstruktur, mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic), agar investasi dapat menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.

"Meski begitu, kami tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi pondasi penting untuk pemulihan," kata Aldian, Sabtu, 7 Februari 2026.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.

Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

Kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Thailand masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan, terutama dalam memperluas pasar, meningkatkan konektivitas.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut