Harga BBM Non Subsidi di Papua Turun

Ilustrasi BBM
Sumber :
  • VIVA/Davro

Jayapura, VIVA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di wilayah Papua mulai 1 Juli 2026 merespons perkembangan harga minyak dunia dan mekanisme penetapan harga yang berlaku.

img_title Harga Emas Hari Ini 14 September 2026: Produk Antam Melorot, Global Merosot

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, di Jayapura, Rabu, 2 Juli 2026 mengatakan penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh provinsi di wilayah Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejumlah produk BBM non subsidi mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax Turbo dari Rp21.200 per liter menjadi Rp19.750 per liter atau turun Rp1.450 per liter," katanya.

img_title Harga Beras dan Telur hingga Daging Ayam Kompak Menurun, Cek Daftar Komoditas Lainnya

Selain itu, harga Pertamina Dex turun dari Rp25.350 per liter menjadi Rp21.650 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter, sedangkan Dexlite turun dari Rp23.500 per liter menjadi Rp20.150 per liter atau lebih rendah Rp3.350 per liter.

"Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi berkala Pertamina yang mempertimbangkan dinamika harga pasar minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi daya beli masyarakat," ujarnya.

img_title Sebut Antrean BBM di Makassar Sudah Teruari, BPH Migas Minta Warga Beli Secara Wajar

Dia menjelaskan harga baru tersebut berlaku di seluruh wilayah Papua dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen.

"Kami berharap penyesuaian harga ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui harga yang lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk BBM yang dipasarkan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan pihaknya akan terus memastikan penyesuaian harga BBM non subsidi berlaku di seluruh provinsi di wilayah Papua dengan besaran PBBKB sebesar 7,5 persen.

"Dengan penyesuaian tersebut, Pertamina juga berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan dan kualitas BBM agar tetap memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung aktivitas transportasi dan perekonomian di Papua," ujarnya. (Ant)

Antrean di SPBU.

Pertamina Catat Antrean BBM Subsidi di Makassar Melandai, 80 Persen SPBU Makin Kondusif

Perbaikan kondisi antrean ini merupakan hasil upaya koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan antara Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulsel tingkatkan kapasitas.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut