Dibuka Melemah, Rupiah Diproyeksi Menguat Tipis Hari Ini

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

Jakarta, VIVA – Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memproyeksikan bahwa rupiah akan menguat seiring mayoritas mata uang kawasan membaik, terutama yen Jepang.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.645 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.640 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis dipengaruhi oleh menguatnya mayoritas mata uang kawasan, terutama yen Jepang seiring melandainya index dollar,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Mengutip Xinhua, yen sempat menguat hingga ke kisaran 155 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pertengahan bulan ini, sehingga mendorong pembelian mata uang tersebut.

Kenaikan yen memunculkan spekulasi bahwa perbedaan suku bunga antara Jepang dan AS akan menyempit dalam waktu dekat.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Meskipun Gubernur BOJ Kazuo Ueda telah menyatakan kesiapannya untuk menaikkan suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan harga, ekspektasi pasar semakin meningkat bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk sementara waktu seiring dengan berkurangnya tekanan inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat sentimen domestik, pasar meningkatkan kekhawatiran atas defisit neraca perdagangan seiring tren kenaikan harga minyak dan permintaan dolar.

“Harga minyak Brent tembus 98 dolar AS per barel dan WTI 93 dolar AS per barel. Peningkatan permintaan dolar terbesar berasal dari impor yang naik 27 persen secara tahunan,” kata Rully. (Ant)

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Memerah di Rp 17.513 Namun Diprediksi Menguat Ditopang Konsumsi Domestik & Keyakinan Konsumen

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.513 per dolar AS. Posisi itu melemah 2 poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.511 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut