Pola Pikir Investor Aset Kripto Bergeser

Bitcoin.
Sumber :
  • Freepik

VIVA - Industri aset kripto Indonesia dinilai mulai memasuki fase yang lebih matang. Di tengah pergerakan pasar global yang masih cukup dinamis, perhatian investor perlahan bergeser dari sekadar mengejar kenaikan harga menuju strategi investasi yang lebih terukur.

img_title 3 Aset Kripto Mendadak Jadi Buruan Cuan Trader Lokal

Perubahan ini terlihat dari pergeseran pola pikir para investor. Masyarakat mulai memikirkan manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan strategi investasi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aset-aset yang terukur seperti Bitcoin hingga stablecoin (USDT, USDGO, XAUT) kini kian diminati untuk menjaga keseimbangan portofolio. Indonesia punya potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset kripto global.

img_title Regulator hingga Investor Didorong Sinergis Benahi Tata Kelola Ekosistem Startup Nasional

Selain didukung jumlah populasi yang besar, industri ini makin tepercaya berkat kerangka regulasi yang kuat di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data OJK per Juli 2026 mencatat jumlah investor aset kripto menembus 22,93 juta orang, yang didominasi oleh generasi muda - milenial dan gen Z.

img_title Pasar Dinilai Perlu Cermati Faktor Makro soal Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar

Direktur Utama OSL Indonesia Ivan Arilito mengingatkan bahwa aset kripto tetap memiliki risiko, mulai dari fluktuasi harga, likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi.

Karena itu, menurut dia, investor perlu melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan kondisi serta profil risikonya, hingga rencana investasi dalam jangka panjang sebelum mengambil keputusan.

Guna menunjang kenyamanan serta keamanan bertransaksi, penguatan sistem terus dilakukan - mulai dari fitur Voice of Customer (VoC) untuk menampung masukan pengguna, hingga peningkatan keamanan pada proses autentikasi, deposit, dan penarikan dana (withdrawal).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pesatnya pertumbuhan investor muda membawa tantangan tersendiri, terutama terkait literasi keuangan dan manajemen risiko. Investasi aset kripto tetap memiliki dinamika tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, hingga perubahan teknologi.

"Edukasi mandiri (do your own research) dan pemahaman profil risiko pribadi tetap menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Dari sisi keamanan, peningkatan sistem autentikasi serta proses deposit dan penarikan dana juga dilakukan untuk memperkuat perlindungan pengguna," ungkap Ivan.

BPI Danantara.

Disebut Bakal Pegang 40 Persen Saham BEI usai Demutualisasi, Danantara Buka Suara

BPI Danantara merespons kabar yang beredar, yang menyebut bahwa Danantara bakal memiliki 40,12 persen saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai proses demutualisasi BEI.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut