Ratu Mesir Menderita Penyakit Kutil?

Raja Amenhotep III dan Ratu Tiyi
Sumber :
  • egyptpyramidhistory.com

VIVAnews - Selama ini sejarah mencatat bahwa , Ratu Tiye merupakan seorang ratu yang kecantikannya begitu melegenda. 

img_title Kemenkes Catat 29,8 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Ini Temuan Penyakit Terbanyak

Ratu Tiye adalah istri dari Raja Firaun Amenhotep III, pemimpin matriarkat keluarga Amarna yang menurunkan begitu banyak keluarga kerajaan Mesir Kuno. Anaknya adalah Firaun Akhenaten dan cucunya adalah Raja Tutankhamun - Firaun sangat dikenal dan populer di dunia modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiye yang hidup pada tahun 1415-1340 SM itu merupakan wanita yang paling berpengaruh di masanya. Amenhotep III begitu memujanya. Patung-patung Tiye digambarkan sejajar dengan patung raja. 

img_title Banyak Kematian Mendadak, Generasi Muda Tiongkok dalam Bayang-bayang Krisis Kesehatan

Ini merupakan sebuah pencapaian di masa itu dan menunjukkan betapa besar cinta sang raja kepadanya. Bahkan Amenhotep III mendirikan begitu banyak tempat suci, istana, kuil di Nubia, bahkan danau buatan yang monumental, untuk istrinya itu. 

Amenhotep II menggambarkan istrinya itu sebagai, "wanita yang anggun, penuh dengan cinta, yang mengisi istana dengan kecantikannya, Bupati wilayah Utara dan Selatan, Istri dari Raja yang begitu mencintainya."

img_title 870 Warga Pamekasan Terjangkit TBC, 29 Orang Meninggal

Namun, baru-baru ini ternyata para ilmuwan menemukan sebuah bejolan kecil seperti kutil di tubuh mumi Ratu Tiye. "Kami agak terkejut dengan adanya kutil di tubuh seorang ratu Mesir seperti dia," ujar Mercedes González, Direktur Instituto de Estudios Cientificos en Momias Madrid kepada Discovery News.

Menurut González, terdapat semacam kulit tumbuh atau kutil di dahi sang Ratu, di antara dua mata. Kutil ini, kata González timbul akibat virus papilloma (HPV), dan biasanya tumbuh pada wajah, leher, atau bagian belakang tangan. 

Queen Tiye

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, González mengatakan, selama ini kutil itu tak pernah dijumpai di mumi-mumi Mesir lainnya. Sementara itu, Kepala Swiss Mummy Project and Center for Evolutionary Medicine pada University of Zurich, Frank Rühli, mengatakan bahwa ini adalah temuan yang 'menantang'.

"Bisa saja memang kutil, tapi kita belum bisa memastikan. Bisa saja itu sebuah tumor fibroid atau fibroma. Akan sangat menarik bila kita bisa mengambil sampelnya untuk histology (ilmu jaringan tubuh) dan DNA," kata Rühli.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut