Barcelona Bukan Tim Terbaik, tapi Paling Menghibur di Eropa
- Instagram @fcbarcelona
VIVA – Barcelona mungkin belum bisa disebut sebagai tim terbaik di Eropa saat ini. Namun, jika bicara soal hiburan di lapangan hijau, tak ada yang mampu menandingi pasukan Hansi Flick. Setiap pertandingan mereka adalah tontonan wajib, penuh drama, gol, kesalahan konyol, dan momen jenius yang membuat penonton tak bisa beranjak dari layar.
Bayangkan: 14 laga, 66 gol tercipta baik ke gawang lawan maupun ke gawang sendiri. Lebih dari empat gol per pertandingan. Statistik ini bukan milik tim medioker, tapi milik juara bertahan LaLiga yang sedang mencoba mempertahankan identitas “DNA Barça” versi ekstrem.
Usai kemenangan di markas Celta Vigo, gaya bermain Barcelona di bawah Hansi Flick kembali menarik perhatian. Permainan terbuka dengan banyak gol membuat publik sepak bola terhibur, meski strategi berisiko tinggi itu kerap menuai kritik.
Sepak Bola ala Hansi Flick: Antara Keberanian dan Kegilaan
Flick datang dengan misi sederhana tapi berani: membuat Barcelona tetap setia pada jati dirinya. Ia menolak filosofi pragmatis yang hanya mengejar kemenangan 1-0 dari serangan balik.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick
- Fcbarcelona.com
“Kami ingin bermain sesuai DNA Barça. Saya tidak ingin duduk bertahan dan menang 1-0 dari serangan balik,” kata Flick seperti dilansir ESPN.
Namun, kesetiaan itu datang dengan harga mahal. Lini pertahanan Barcelona bermain sangat tinggi, bahkan pada menit-menit akhir pertandingan. Konsekuensinya, setiap kehilangan bola bisa berubah menjadi serangan balik mematikan. Inilah yang membuat para legenda seperti Thierry Henry, Ruud Gullit, hingga Didier Deschamps ramai-ramai mengkritik strategi “berisiko tinggi, toleransi nol” tersebut.
Deschamps menyebut sistem itu “menempatkan bek dalam situasi mustahil”. Gullit bahkan menyebutnya “kamikaze football”. Tapi Flick bergeming. Ia percaya, selama ide itu dijalankan dengan presisi, hasilnya akan datang dan nyatanya, musim lalu, Barcelona tetap menjuarai tiga kompetisi berbeda dengan gaya bermain yang sama.
Kritik Datang dari Mana-mana, tapi Flick Punya Jawaban Tersendiri
Flick tak buta akan kritik yang datang bertubi-tubi. Namun, alih-alih membalas dengan pernyataan pedas, ia memilih diam dengan senyum tipis.