PSSI Apresiasi Program Satu Anak Satu Bola MaPan FC

Mapan FC
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Komitmen terhadap pembinaan sepak bola usia dini kembali ditunjukkan MaPan FC. Klub tersebut resmi meluncurkan program bertajuk Satu Anak Satu Bola di Bekasi International Soccer Field, Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu 25 Januari 2026.

img_title Target Piala Dunia 2035, Ribuan Pesepakbola Putri Cilik Mulai Unjuk Kemampuan

Dalam peluncuran perdana ini, sebanyak 1.000 bola dibagikan kepada 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berasal dari wilayah Bekasi dan Jakarta. Program ini diharapkan dapat membuka akses latihan yang lebih merata bagi para pemain muda sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan tersebut sejatinya dijadwalkan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Pembina MaPan FC.

img_title Timnas Indonesia Dikabarkan Bakal Hadapi Yordania pada FIFA Matchday November, Jadi Persiapan Piala Asia 2027

Namun, ia berhalangan hadir lantaran mendapat panggilan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Hambalang, Kabupaten Bogor.

Anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menyebut program Satu Anak Satu Bola lahir sebagai upaya nyata untuk mendorong pemerataan pembinaan sepak bola di Indonesia. Konsepnya sederhana, namun berdampak besar, yakni setiap anak menerima satu bola secara langsung.

img_title Daftar Eks Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Jadi Pengurus PSSI, Bob Hippy Salah Satunya

“Alhamdulillah hari ini kami meluncurkan program Satu Anak Satu Bola. Ini bukan kegiatan simbolis, tapi gerakan yang akan terus berjalan dan menyasar seluruh Indonesia,” ujar Eko.

Pria yang akrab disapa Eko Patrio itu menegaskan, program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjadikan berbagai daerah sebagai basis pengembangan. Tujuannya agar anak-anak di seluruh penjuru Tanah Air memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses sarana dasar sepak bola.

“Lewat satu anak satu bola, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan memiliki terhadap sepak bola sejak dini. Sentuhan pertama terhadap bola itu sangat menentukan perkembangan pemain,” katanya.

Tak hanya soal teknik, Eko menekankan bahwa pembinaan usia muda juga menyentuh aspek pembentukan karakter. Sepak bola menjadi media untuk menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, kerja sama, hingga mental juara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita lihat sendiri tadi, anak-anak mengambil bola dengan tertib. Di situ ada kejujuran, disiplin, dan kebersamaan. Itu bagian dari pendidikan karakter,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eko memastikan program ini tidak berhenti pada pembagian bola semata. Ke depan, Satu Anak Satu Bola akan diintegrasikan dengan pembinaan melalui SSB, kompetisi usia dini, serta proses pencarian bakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut