Sebut Barcelona “Dirampok”, Raphinha Terancam Sanksi UEFA

Pemain sayap Barcelona, Raphinha
Sumber :
  • REUTERS/Albert Gea

VIVA – Pemain sayap Barcelona, Raphinha, terancam sanksi dari UEFA setelah melontarkan kritik keras terhadap wasit Clement Turpin dengan menyebut timnya “dirampok”, menyusul tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions 2025/2026 usai kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid di perempat final.

img_title Klasemen Sementara Liga Spanyol 2026/2027: Barcelona di Puncak, Ditempel Real Madrid

Mengutip laporan media Spanyol Mundo Deportivo, pernyataan Raphinha dinilai melanggar aturan karena dianggap merendahkan otoritas wasit dan badan sepak bola Eropa. UEFA memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi larangan bertanding hingga tiga pertandingan dalam kompetisi antarklub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Barcelona gagal melaju ke semifinal meski meraih kemenangan 2-1 pada leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu 15 April 2026 dini hari WIB. Hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah sebelumnya kalah 0-2 di leg pertama.

img_title Kembali ke Liga Champions, Manchester United Langsung Pesta 4-0 dan Kirim Sinyal Jelang Derby Manchester

Pemain Barcelona, Raphinha

Photo :
  • REUTERS/Albert Gea

Dalam pertandingan leg kedua, Barcelona tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang, namun kesulitan dalam penyelesaian akhir. Situasi semakin sulit setelah Eric Garcia menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alexander Sorloth di pertengahan babak kedua.

img_title Julian Alvarez Tak Berkutik, Mac Allister Jadi Penentu Liverpool Comeback 2-1 atas Atletico Madrid di Liga Champions

Raphinha yang tidak tampil dalam laga tersebut meluapkan kekecewaannya seusai pertandingan. Ia secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit dan menyebut keputusan yang diambil merugikan timnya.

Selain komentar tersebut, gestur Raphinha kepada suporter Atletico juga menjadi sorotan. Ia sempat membalas cemoohan dengan isyarat yang dinilai provokatif.

Pemain berusia 29 tahun itu kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. “Saya minta maaf atas gestur yang tidak pantas, hal itu tidak sejalan dengan nilai dan karakter saya. Tindakan itu terjadi dalam momen ketegangan saat saya membalas penggemar yang mencemooh saya,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai konteks, kasus serupa pernah terjadi pada Neymar pada 2019, yang mendapat sanksi dari UEFA setelah melontarkan kritik terhadap wasit di Liga Champions.

Apabila sanksi dijatuhkan, Raphinha berpotensi menjalani hukuman tersebut pada fase liga Liga Champions musim 2026/2027.

Timnas Spanyol vs Prancis, duel Lamine Yamal vs Kylian Mbappe

Bicara Soal Peluang Raih Ballon d’Or 2026, Lamine Yamal: Saya dan Mbappe yang Terbaik

Lamine Yamal menilai dirinya dan Kylian Mbappe sebagai dua pemain terbaik dunia. Ia juga merasa layak memenangkan Ballon d’Or 2026 setelah meraih sejumlah trofi.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut