Mourinho Buka-bukaan soal AS Roma

Pelatih Benfica, Jose Mourinho
Sumber :
  • Sky Sports

VIVA – Jose Mourinho kembali membuka cerita soal masa-masanya bersama AS Roma. Meski sudah berpisah sejak awal 2024, pelatih asal Portugal itu mengaku punya kenangan yang sulit dilupakan dari ibu kota Italia.

img_title Prediksi Real Madrid Vs Inter Milan di Liga Champions: Badai Cedera Bisa Jadi Petaka Los Blancos

Selama dua setengah musim di Olimpico, Mourinho mempersembahkan trofi UEFA Europa Conference League 2022 dan membawa Roma ke final UEFA Europa League 2023. Namun, perjalanan itu harus berakhir lebih cepat setelah ia dipecat dengan sisa kontrak enam bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Mourinho, Roma punya tempat spesial dalam kariernya.

img_title Jelang Real Madrid Vs Inter Milan, Jose Mourinho Sanjung Mantan Tim: Mereka Bisa Main dengan Mata Tertutup

“Bagi saya, itu adalah tempat terbaik dalam karier saya. Saya belum pernah merasakan atmosfer luar biasa seperti itu di sekitar sebuah tim. Olimpico selalu penuh,” ujarnya.

Saat ditanya apakah tekanan besar di Roma jadi alasan sulitnya meraih gelar, Mourinho justru melihatnya dari sisi berbeda.

img_title Jadwal Lengkap Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: Ada Big Match Real Madrid Vs Inter Milan

“Ini bukan drama karena saat kami memenangkan Conference League, perayaannya luar biasa. Bahkan ketika saya memenangkan Liga Champions, saya tidak pernah melihat suasana seperti itu.”

Ia juga menegaskan satu hal penting soal hubungan tim dan suporter.

“Roma saya sudah selesai. Saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Sebenarnya satu hal—tidak ada yang boleh menyalahkan fans Roma karena tidak menang. Fans Roma adalah yang selalu mendukung tim, dan tidak ada yang boleh menyentuh mereka.”

Di sisi lain, Mourinho turut menyoroti peluang Inter Milan yang kini dibesut Cristian Chivu. Ia ikut senang melihat mantan anak asuhnya itu berpeluang meraih Scudetto.

“Saya senang untuk Chivu jika Inter bisa juara, meskipun saat saya melatihnya, saya tidak pernah berpikir dia akan jadi pelatih.”

Mourinho juga memberi pandangan tajam soal tren pelatih modern.

“Dia tidak terlihat ditakdirkan ke arah sana, tapi dia cerdas. Dia belajar dan membangun pengalaman. Banyak orang sekarang duduk di bangku pelatih karena pandai menjual diri. Dan mari jujur: anggapan bahwa gaya bermain lebih penting daripada hasil adalah kebohongan terbesar dalam sepak bola.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski belum menghubungi Chivu, Mourinho memilih menunggu momen yang tepat.

“Saya belum mengirim pesan kepadanya karena belum pasti secara matematis. Biarkan dia meraih poin yang dibutuhkan, dan saat itu terjadi, saya akan menghubunginya.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut