Biar Tak Ada Kontroversi Lagi, Liga 2 2025/2026 Dipastikan Pakai VAR

Duel PSIM Jogja vs Bhayangkara FC
Sumber :
  • Instagram @psimjogja_official

VIVA – Teknologi Video Assistant Referee (VAR) bakal resmi digunakan secara penuh di Liga 2 musim 2025/2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.

Andre Rosiade Cup Jilid 2 Digelar, Target Lahirkan Pemain Timnas dari Pembinaan

Setelah Liga 1 musim ini sukses mengaplikasikan VAR dari awal hingga akhir kompetisi, kini giliran kasta kedua sepak bola nasional yang bersiap menyambut era baru dalam pengawasan pertandingan.

“Pakai VAR full. Konfirmasi,” tegas Ferry kepada awak media di Kantor PT LIB, Jakarta, Rabu 7 Mei 2025

Respon Ketum PSSI dengan Kabar Thom Haye Resmi ke Persib Bandung

Musim ini, Liga 2 hanya mencicipi teknologi VAR di fase akhir, tepatnya pada laga perebutan tempat ketiga dan final. Saat itu, Persijap Jepara menghadapi PSPS Riau, sedangkan PSIM Yogyakarta bertemu Bhayangkara FC di partai puncak.

Minimnya penggunaan VAR memicu sejumlah kontroversi sepanjang musim, hingga akhirnya PSSI dan PT LIB memutuskan untuk mengimplementasikannya secara penuh mulai musim depan.

Drama FIFA Matchday: Kuwait Kabur, Taiwan Datang dalam Waktu Singkat untuk Timnas Indonesia

Ferry memastikan bahwa seluruh persiapan—dari perangkat VAR hingga sumber daya manusia—sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, para wasit tengah menjalani seleksi dan pembekalan intensif oleh Komite Wasit PSSI.

“Wasit sudah dalam proses seleksi, pengayaan, pendidikan, dan sebagainya,” ungkap Ferry.

Lebih lanjut, ia menyebut perangkat VAR sudah dalam proses pengiriman, termasuk simulator yang akan digunakan untuk pelatihan.

“VAR-nya sendiri juga sudah on the way. Bahkan simulator untuk latihan sudah datang. Ini beda dengan sistem Hawk-Eye,” jelas mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta itu.

Terkait infrastruktur, Ferry mengklaim sebagian besar klub Liga 2 sudah memenuhi syarat untuk penggunaan VAR. Meski hanya empat dari 22 klub yang lolos lisensi profesional secara administratif, dari sisi stadion, ia menyebut hanya tiga klub yang belum memiliki kandang berstandar.

“Kalau dilihat dari infrastruktur, sebagian besar klub sudah sangat bersyarat,” ujar Ferry. “Yang belum punya stadion betul-betul itu cuma tiga klub.”

Langkah PT LIB dan PSSI ini menandai babak baru dalam transformasi sepak bola nasional, khususnya di level Liga 2. Dengan penerapan VAR, diharapkan kualitas pertandingan meningkat dan kontroversi wasit bisa diminimalisir.

VAR di Liga 2 tak lagi sekadar wacana. Mulai musim depan, semua laga dipastikan akan diawasi teknologi canggih tersebut—dari peluit pertama hingga akhir musim.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya