Internet Ancam Anak-anak, Orangtua Was-was

Anak dan internet.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Tiga dari empat orangtua tidak percaya internet adalah tempat yang aman untuk anak-anak.

img_title Ayah Ibu, Pahami Panduan Aman Berinternet untuk Anak

Sementara itu, kurang dari seperempat orangtua yang memikiki anak berusia 6-12 tahun percaya internet aman bagi remaja tanpa pengawasan orang dewasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil, sebagian besar orangtua merasakan khawatir tentang keamanan anak-anak mereka saat berselancar di dunia maya, bahkan saat bersama mereka sekalipun.

img_title 97 Persen dari 4.500 Pelajar SMP/SMA Akses Pornografi

Laporan ini dilakukan oleh situs hiburan anak-anak yang berbasis di London, Inggris, Beano.com. Mereka telah melakukan survei terhadap 2.000 orangtua di Inggris.

Menurut Beano, lebih dari tiga perempat anak-anak atau 76 persen yang berusia 6 tahun memiliki akses ke perangkat berkemampuan internet seperti smartphone. Adapun usia 10 tahun sebesar 92 persen dan usia 12 tahun mencapai 96 persen.

img_title Cara Generasi Milenial Berbisnis, Serba Internet

Ketika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab untuk memastikan keamanan anak-anak mereka saat menggunakan internet, 95 persen menjawab ada pada diri sendiri, 64 persen mengatakan platform internet seperti Google, 42 persen menyebut pemerintah, dan 42 persen lainnya memilih guru sekolah.

"Enam belas persen menyebut kalau orangtua berharap kakak laki-laki atau perempuannya bisa mengawasi adik-adiknya. Data survei kami juga menemukan bagaimana orangtua mencoba sebagai 'polisi' kepada anak-anak mereka," menurut data yang dipublikasi Beano.com, seperti dikutip Dailymail, Senin, 5 Februari 2018.

Tak hanya itu, dalam surveinya, Beano.com juga menemukan bahwa 69 persen anak berusia 6-12 tahun cenderung menggunakan YouTube ketimbang YouTube Kids, platform ramah anak.

Tercatat, 64 persen anak-anak berusia 10 tahun menggunakan YouTube dan 80 persen anak-anak berusia 12 tahun diizinkan untuk menjelajahi platform tanpa pengawasan.

Pada Januari 2018, YouTube mendapat kecaman dari kritik ketika salah satu bintangnya yang paling banyak diikuti, Logan Paul, yang populer di kalangan anak-anak, karena meng-upload video yang menunjukkan mayat korban bunuh diri.

Menanggapi penelitian ini, Parents Helpline Manager YoungMinds, Emma Saddleton mengatakan, internet menawarkan banyak kesempatan yang menakjubkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akan tetapi, penelitian ini menunjukkan betapa mayoritas orangtua khawatir tentang dampak internet yang ditimbulkan pada anak-anak mereka.

"Orangtua tidak bisa menyembunyikan semuanya dari mereka di ranah online. Jadi, yang terpenting adalah lakukan komunikasi dari hati ke hati dan mengajarkan anak tentang internet sejak usia dini," kata Emma.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut