Presiden Erdogan: Insya Allah Kami Pergi ke Bulan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/HO-Presidential Press Office

VIVA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa negaranya akan mengirim astronot ke bulan. Ia baru saja memaparkan program luar angkasa 10 tahun ke depan, termasuk mengembangkan sistem satelit yang mencakup internasional.

img_title Polda Metro Sita 1,14 Ton Narkoba Rp1,13 Triliun Selama 3 Bulan, 2.318 Orang Diciduk!

Program tersebut dikatakannya sebagai bagian dari visinya untuk menempatkan Turki dalam peran regional dan memperluas peran negara secara global, melansir dari situs The Sydney Morning Herald, Rabu, 10 Februari 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka berencana untuk membangun kontak pertama dengan bulan pada 2023, bersamaan dengan usia negara yang mencapai 100 tahun. Tahap pertama dari misi tersebut akan melalui kerja sama internasional, sedangkan tahap kedua akan menggunakan roket buatan Turki. 

img_title Astronot Perempuan Pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono Jadi Inspirasi Film Pelangi di Mars

"Tujuan utama dan terpenting kami untuk program luar angkasa nasional kami adalah kontak Republik Turki di tahun ke-100 dengan bulan. Insya Allah, kami pergi ke bulan,” ujar Erdogan. 

Pengiriman astronot Turki ke luar angkasa dilakukan dengan kerjasama internasional. Turki akan bekerja dengan negara lain untuk membangun tempat peluncuran dan menciptakan merek global dalam teknologi satelit.

img_title NASA Berencana Bangun Reaktor Nuklir di Bulan

“Saya berharap peta jalan ini akan membawa Turki ke liga teratas dalam perlombaan luar angkasa global, akan terwujud dengan sukses,” harapnya. 

Turki mendirikan Turkish Space Agency atau TUA pada 2018. Tujuannya adalah untuk bergabung dengan beberapa negara lain yang memiliki program luar angkasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para kritikus mempertanyakan keputusan pemerintah yang menghabiskan sejumlah besar uang untuk tujuan itu pada saat ekonomi negara sedang menderita. Sedangkan pendukungnya mengatakan, program luar angkasa akan menyediakan pekerjaan bagi para peneliti. 

Erdogan tidak memberikan rincian tentang bagaimana Turki berencana untuk mencapai tujuannya. Bulan lalu, dia dan CEO SpaceX, Elon Musk berbicara melalui telepon dan membahas kerja sama teknologi luar angkasa dengan perusahaan Turki.

M. Habibullah, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS

Neraca Dagang RI Januari-Agustus 2025 Surplus US$29,14 miliar, 64 Bulan Beruntun

Sepanjang Januari-Agustus 2025 neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$29,14 miliar, atau naik sebesar US$10,13 miliar (yoy).

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut