Indonesia akan Buat Abu Sampah Jadi Chip Komputer dan Ponsel

Abu hasil pembakaran
Sumber :
  • www.pixabay.com/PublicDomainPictures

VIVA.co.id – Abu hasil pembakaran sampah untuk energi listrik ternyata memiliki nilai manfaat. Abu hasil pembakaran itu bisa dipakai untuk bahan pembuatan chip ponsel atau chip komputer. Temuan ini masih tergolong baru dan sedang dikembangkan oleh beberapa negara.

img_title Spesifikasi Lengkap iPhone 18 Series, mulai dari Layar, Kamera, Chip, Baterai, hingga Konektivitas

"Ada penemuan baru, hasilnya bukan sekadar abu. Abu yang bisa dipakai untuk industri membuat chip handphone," kata Deputi Bidang Kedaulatan Maritim, Kemenko Maritim Arif Havas Oegroseno pada acara 'National Conference on Waste to Energy' di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemanfaatan abu untuk membuat chip itu berdasarkan hasil temuan dan kajian negara-negara nordik seperti Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia. Negara tersebut sudah menerapkan pengelolaan limbah sampah untuk energi. 

img_title Krisis Komponen Menghantam Industri Smartphone, HP Flagship Kini Terancam Mengalami Kenaikan Harga

"Itu baru ditemukan tiga tahun lalu. Mereka menemukan (abu) jadi chip handphone dan chip komputer. Mereka dijual ke market, mereka sekarang investasi US$50 juta untuk mengelola abu jadi chip," katanya. 

Tidak menutup kemungkinan, apabila Indonesia sudah mengelola sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), maka abu akan dimanfaatkan untuk hal tersebut. 

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebound, Bursa Asia Lesu dan Wall Street Bergerak Variatif

"Kita harus komprehensif mengelola semua aspek waste (sampah) energi, termasuk itu," tutur Havas. (ase)

iPhone 18 pro

Sudah Pakai iPhone 15 atau 16 Pro? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Lompat ke iPhone 18 Pro

Masih pakai iPhone 15 atau 16 Pro? Simak hal penting sebelum upgrade ke iPhone 18 Pro, mulai dari kamera 48MP, chip A20 Pro, baterai, AI, hingga kebutuhan panjang.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut