Dalam 7 Tahun, 7 Ransomware Mengguncang Dunia

Ilustrasi virus komputer.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

VIVA – Jauh sebelum serangan virus ransomware mengguncang dunia, sebenarnya virus komputer sudah ada sejak 46 tahun silam.

img_title Bocor! Ini Kelompok Paling Berbahaya yang Lagi Incar Indonesia

Kala itu, virus bernama Creeper berhasil diciptakan oleh karyawan perusahaan teknologi BBN (Bolt, Beranek dan Newman) bernama Robert H Thomas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Virus ini merupakan eksperimen program komputer dan aslinya dibuat untuk bisa menggandakan diri saat bergerak antara komputer mainframe DEC PDP-10 menjalankan sistem operasi TENEX menggunakan ARPANET.

img_title Indonesia Paling Banyak Diserang Ransomware, Ada Pusat Data Nasional

BBN adalah perusahaan teknologi tinggi, yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, yang memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan jaringan packet switching (termasuk ARPANET dan internet).

Oleh para pengamat teknologi digital, Creeper dianggap sebagai virus komputer pertama. Serangan ransomware ini bukanlah kali pertama terjadi.

img_title Hindari Fog-Ransomware, Korban Diperas Habis-habisan

Sedikitnya, sudah terjadi tujuh serangan virus serupa yang berhasil menyusup ke jaringan teknologi di seluruh dunia dalam tujuh tahun terakhir.

Mengutip situs helpnetsecurity, Rabu, 29 November 2017, berikut tujuh serangan ransomware tersebut.

1. Reveton

Serangan ini terjadi pada 2010, ransomware Trojan bernama Reveton mulai menyebar. Virus ini merupakan pengembangan dari Citadel Trojan, yang berasal dari Zeus Trojan.

Saat komputer terjangkit Reveton, akan muncul peringatan seakan berasal dari badan penegak hukum dan menuduh komputer dipakai untuk aktivitas ilegal seperti mengunduh perangkat lunak tak berlisensi atau pornografi anak.

Atas kejadian itu, virus ini dijuluki 'Polisi Trojan'. Dalam jendela itu muncul peringatan kepada para pengguna komputer yang terjangkit, untuk membuka sistem mereka harus membayar denda menggunakan voucher dari layanan pembayaran prabayar anonymous seperti Ukash atau Paysafecard.

Reveton mulai menyebar di beberapa negara Eropa sejak awal 2012. Aparat kepolisian internasional (Interpol) lantas menyelidiki penyebaran virus ini, hingga akhirnya berhasil menangkap seorang warga negara Rusia di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Februari 2013. Kemudian, aparat juga menangkap 10 orang lainnya dengan tuduhan pencucian uang.

Burger Trojan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. CryptoLocker

Terungkapnya penyebar Reveton tidak menghentikan pengembangan ransomware itu sendiri. Pada September 2013, muncullah sebuah trojan baru bernama CryptoLocker, yang menggandakan diri melalui 2048-bit RSA key pair dan mengunggah sendiri ke server command-and-control.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut