Jusuf Kalla: Jika Tak Bikin Startup, Indonesia Jadi 'Makanan' Jepang

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di acara Ignition, Jakarta, 18 Agustus 2019
Sumber :
  • Viva.co.id/ Alika Noor

VIVA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla meresmikan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2019 di Istora Senayan Jakarta, Minggu 18 Agustus 2019. 

Jadi Beckhoff Solution Provider, PT AUTO Tawarkan Transformasi Otomasi Industri di RI

Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia yang diharapkan digerakkan oleh anak muda. 

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menyampaikan harapan bahwa generasi muda harus dapat membawa perubahan dan membawa solusi bagi permasalahan bangsa. 

Cara Grab Dorong Startup Adopsi Praktik Bisnis Berkelanjutan

Jika generasi muda hanya berpangku tangan, maka Indonesia hanya akan menjadi konsumen bagi negara-negara maju seperti Jepang yang memiliki inovasi tinggi di bidang teknologi. 

"Jika anak muda tidak membuat startup maka akan menjadi konsumennya Jepang dan Korea," katanya. 

Akselerasi Transisi Energi, PLN Jalin Kemitraan dengan Puluhan Startup

JK menambahkan bahwa kekayaan sumber daya alam negara-negara tersebut masih kalah jauh dibanding dengan Indonesia. Tapi mereka bisa maju karena memiliki semangat. "Indonesia jauh lebih kaya, tapi mereka punya semangatnya," katanya. 

Akan tetapi, JK juga berpesan bahwa mindset yang harus dimiliki bagi yang akan mendirikan startup, bukanlah soal platform startup atau aplikasinya saja. Namun, banyak faktor. Seperti konsumen, produk, dan lainnya.

"Itu bukan hanya mulai dari platform bisnis. Jangan berpikir satu (startup saja), tapi macam-macam," ujarnya.

Peresmian Gerakan Nasional 1000 Startup digelar di acara Ignite the Nation (Ignition) yang mempertemukan ribuan anak muda digital native dan para mentor, serta tokoh yang sukses mendirikan startup. Acara ini juga dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara, Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkeu Sri Mulyani, Erick Tohir, Kepala Badan Ekonom Kreatif Triawan Munaf, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Ada juga CEO Tokopedia William Tanuwidjaja, CEO Ruang Guru Belva Devara dan lainnya. (ann)

[Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers peluncuran ALFI Convex 2025, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025]

Temui Petinggi Holdings, Airlangga Dorong Temasek Tambah Investasi di RI

Menurutnya, Temasek berperan penting bagi bisnis di Indonesia, khususnya melalui skema 'capital injection' alias suntikan modal di beberapa perusahaan start up Tanah Air.

img_title
VIVA.co.id
19 Juli 2025