Hati-hati Pilih Software Open Source, Ini Sebabnya

Ilustrasi coding atau programmer.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Kemenangan Oracle dalam sengketa hukum melawan Google terkait tuduhan pelanggaran hak cipta penggunaan Java Application Programming Interace (API) pada Dalvik yang merupakan bagian dari sistem operasi Android memiliki dampak besar. Konsekuensinya tidak hanya bagi kedua perusahaan yang berseteru, tapi juga bagi industri software terutama Open Source. 

img_title SUSECON 2026 Tawarkan Sederet Inovasi Solusi Open Source bagi Perusahaan

Selain menjadi preseden buruk baik bagi Oracle maupun pemilik software propietary atau perangkat lunak berbayar lainnya, ada banyak implementasi software Open Source yang berpotensi menjadi subyek tuntutan hukum berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sengketa hukum yang telah berlangsung selama sekitar 8 tahun tersebut dimulai saat pembelian Sun Microsystem oleh Oracle pada 2009, dan kemudian pada tahun berikutnya Oracle mendaftarkan tuntutan hukum terhadap Google. 

img_title Indonesia Dijuluki 'Open Source Country'

Kasusnya bermula ketika Google ingin membuat platform sistem operasi Android agar kompatibel dengan aplikasi yang tengah dikembangkan. Alih-alih membeli lisensi platform Java dari Sun Microsystems agar program yang dikembangkannya bisa berjalan, Google memilih untuk mengembangkan versi mereka sendiri yang memiliki kemiripan dengan bahasa pemrograman Java yang dijuluki Dalvik. 

Oracle

img_title Indonesia Jangan jadi Pelanduk yang Mati di Tengah Persaingan 2 Gajah

Oracle mau tak mau menyeret Google ke meja hijau. Sidang pertama kasus tersebut digelar pada 2012 berakhir dengan kemenangan Google, tapi upaya banding Oracle membuahkan kemenangan pada 2014. Setelah kasus tersebut dimentahkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat, Google dan Oracle kembali berhadapan dalam persidangan kedua pada 2016, yang dimenangkan oleh Google. Namun pada 27 Maret 2018 upaya banding kembali berakhir dengan kemenangan Oracle. 

“Fakta bahwa Android tersedia secara gratis bukan berarti penggunaan paket Java API oleh Google bersifat non-komersial,” ucap tiga panel hakim Federal Circuit dalam putusannya.

Tiga panel hakim mencatat, Android telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$42 miliar dari iklan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pendapat Federal Circuit menegakkan prinsip hukum hak cipta dan menegaskan bahwa Google telah melanggar hak cipta,” kata kata pengacara Oracle, Dorian Daley. 

Atas hasil tersebut, Google kecewa, karena pengadilan membalikkan temuan juri bahwa Java adalah terbuka dan gratis bagi semua orang. “Keputusan seperti ini akan membuat aplikasi dan layanan online lebih mahal bagi para pengguna,” kata kata Google dalam pernyataan resminya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut