Aplikasi China Kembali Bikin Ulah

Kantor Baidu di China.
Sumber :
  • trendsupdates.com

VIVA – Dua aplikasi dari raksasa teknologi China, Baidu, telah resmi dihapus Google Play Store pada akhir Oktober lalu. Penyebabnya adalah Baidu Maps dan Baidu Search memiliki kode yang berfungsi untuk mengumpulkan informasi pengguna seperti data pribadi.

img_title China Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS pada 2027

Dikutip dari situs ZDNet, Kamis, 26 November 2020, Menurut Palo Alto Networks, kode pengumpulan data ditemukan di Baidu Push SDK, digunakan untuk menampilkan waktu penggunaan aplikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: India Belum Maafkan China

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

Informasi yang dikumpulkan mencakup model telepon, alamat MAC, informasi operator dan nomor IMSI (International Mobile Subscriber Identity), menurut Stefan Achleitner dan Chengcheng Xu, keduanya adalah peneliti Palo Alto.

Mereka mengatakan informasi yang dikumpulkan tidak terlalu berbahaya. Kode IMSI misalnya, dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melacak pengguna secara unik, bahkan jika pengguna menggunakan perangkat berbeda.

img_title China Murka ke CIA, Spionase Ekonomi AS Disebut 'Logika Bandit'

"Pengumpulan data pribadi tidak secara khusus dilarang di Kebijakan Google. Tapi setelah masalah itu dilaporkan, tim keamanan mengkonfirmasi pelanggaran dan menghapus aplikasi dari toko Android pada 28 Oktober," kata peneliti Palo Alto Networks.

Sementara itu, juru bicara Baidu mengaku jika laporan mengumpulkan informasi seperti data pribadi pengguna membuat mereka diselidiki tim Google.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, perilaku ini tidak bisa menjadi alasan dihapusnya aplikasi dari toko online Google, karena Baidu telah memperoleh izin dari pengguna.

Kini, aplikasi Baidu Search Box telah dipulihkan ke Play Store, sedangkan Baidu Maps masih dalam tahap perbaikan. Sebelum dihapus kedua platform memiliki total 6 juta unduhan.

Booth Toyota di GIIAS 2025

Merek China Serbu Mobil Hybrid, Toyota Malah Bilang Begini

Merek China semakin ramai masuk pasar hybrid dan PHEV Indonesia. Toyota mengakui kue pasar terbagi, tetapi penjualan tetap naik dan Veloz Hybrid tembus sekitar 2.000 unit

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut